Begini Cara Mengolah Brokoli yang Benar Menurut Para Ilmuwan


sayuran brokoli yang akan dimasak perlu dipotong-potong kecil terlebih dahulu


raSains.com - Brokoli adalah sayuran yang biasa dimusuhi oleh anak-anak. Dulu mungkin kamu adalah salah satu di antaranya. Namun kini ada baiknya kamu mulai berbaikan dengan sayuran yang satu ini. Selain menyehatkan, mengonsumsi brokoli secar rutin mampu mengurangi resiko kanker.

Bahkan kandungan anti kanker di dalamnya terbilang cukup tinggi dibanding sayuran lain. Apalagi jika kamu mengolah brokoli dengan benar, maka kamu bisa meningkatkan kandungan anti kanker di dalamnya hingga 2,8 kali lipat. Tertarik mencoba?

Lawan kanker dengan brokoli

Kemampuan brokoli menangkal kanker tidak bisa dilepaskan dari kandungan sulforaphane di dalamnya. Sulforaphane merupakan senyawa antioksidan yang mudah ditemukan dalam sayuran cruciferous, seperti bhok coy. Senyawa ini dipercaya mampu menurunkan resiko kanker dan tekanan darah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Linus Pauling Institute, Oregon State University, diketahui jika tingkat kandungan sulforaphane dalam brokoli dan kecambah brokoli jauh lebih tinggi dibandingkan sayuran cruciferous.

“Kandungan dalam brokoli adalah salah satu anti kanker terkuat yang pernah kita miliki,” kata Emily Ho, salah seorang peneliti, seperti dikutip dari Science Daily.

“Saya ingin mengatakan jika kamu khawatir dengan kanker atau memiliki resiko tinggi terkena kanker, khususnya kanker prostat atau usus, maka meningkatkan konsumsi brokoli dan sayuran lain adalah ide yang bagus,” tambahnya.

Namun berapa banyak brokoli yang harus kita konsumsi setiap harinya? Meski Ho dan tim penelitinya tidak meriset hal ini, namun Ho menyarankan agar kita mengonsumsi sayuran cruciferous dua kali sehari.

Selain porsi, hal yang harus kamu perhatikan lainnya adalah cara mengolah brokoli dengan benar. Pasalnya kandungan anti kanker di dalam brokoli bisa rusak jika sayuran ini diolah dengan cara yang salah.

Menurut Ho, kesalahan mengolah brokoli yang sering dilakukan orang yaitu memasaknya dalam waktu yang lama. Misalnya saja dengan cara memasak brokoli dalam sup. Lalu seperti apa cara terbaik mengolah brokoli?

Olah brokoli dengan tepat

Ilustrasi memasak yang terdiri atas pisau, brokoli, dan bumbu masak lainnya
Sumber gambar: Pexels

Sama seperti sayuran lain, brokoli juga memiliki cara tersendiri dalam proses pengolahannya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sulitnya mendapatkan sulforaphane, bahkan pada brokoli mentah. Dibutuhkan enzim khusus yang disebut myrosinase untuk memecah glukosinolat menjadi sulforaphane.

Di mana cara yang paling efektif mendapatkan enzim ini yaitu dengan merusak brokoli. Oleh karena itu, mengunyah brokoli adalah cara yang paling bagus. Setidaknya hingga januari 2018 silam, ketika para peneliti Cina menemukan cara mengolah brokoli dengan lebih baik, yakni dengan menumisnya.

"Anehnya, sejumlah metode telah melaporkan konsentrasi sulforaphane pada brokoli tumis, dan sepengetahuan kami, tidak ada laporan yang berfokus pada stabilitas sulforaphane saat proses penggorengan,“ tulis peneliti dalam laporannya.

Para peneliti melakukan serangkaian percobaan sederhana menggunakan sampel brokoli yang dibeli di pasar. Setelah mengukur kandungan di dalamnya, mereka lalu memotong brokoli dengan ukuran 2 milimeter dan membaginya ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama berisi brokoli mentah, kedua berisi brokoli yang ditumis selama empat menit, dan kelompok terakhir terdiri atas brokoli yang dibiarkan selama 90 menit setelah dicacah lalu ditumis selama empat menit.

Hasilnya brokoli yang langsung ditumis memiliki level sulforaphane 2,8 kali lebih sedikit dibanding yang dibiarkan terlebih dahulu. “Hasil penelitian kami menyarankan setelah memotong brokoli kecil-kecil, biarkan brokoli tersebut sekitar 90 menit,” kata peneliti.

Jika 90 menit dirasa terlalu lama, kamu bisa mendiamkan brokoli cukup selama setengah jam saja.  “30 menit juga cukup membantu,” kata para peneliti. Namun kalau tidak sempat, memakan brokoli mentah adalah pilihan terbaik. Asalkan kamu cukup lama mengunyahnya.


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar makanan dan minumandan ragam atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar: Pixabay

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »