9 Rahasia Gelap George Soros Sang Pemicu Krisis Moneter Asia

George Soros sang investor dan spekulator mata uang global


raSains.com - Ketenaran dan pengaruh George Soros tidak perlu disangsikan. Ia adalah seorang investor keturunan Yahudi paling sukses di dunia. Dengan kekayaan mencapai miliaran dolar, ia mampu melakukan apa saja, termasuk menggoyang ekonomi global.

Sepak terjangnya yang paling kontroversial adalah menjebol bank sentral Inggris hingga memicu krisis moneter di Asia. Di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena imbasnya. Di luar itu, masih banyak rekam jejak gelap yang ia lakukan, beberapa di antaranya bisa kamu simak di  bawah ini.

1. Menjebol bank sentral Inggris

mata uang poundsterling
Sumber gambar: Pixabay

Dunia masih mengingat betapa muramnya hari itu. 
Hari ketika dunia finansial dilanda geger akibat aksi spekulator Soros. Nilai tukar poundsterling yang begitu tinggi, langsung meroket jatuh. Bahkan bank sentral Inggris tidak mampu menahan devaluasi mata uangnya, meski devisa sebesar 3,3 miliar poundsterling telah dikucurkan.

Di tengah kecemasan itu, perdana menteri Inggris Sir John Major meminta poundsterling ditarik dari European Exchange Rate Mechanism (ERM) karena melampaui batas harga bawah. Begitu gelapnya dunia finansial saat itu membuat tanggal 16 September 1992 disebut sebagai Black Wednesday (Hari Rabu Hitam). Sebagai sebuah catatan sejarah atas peristiwa besar yang melanda ekonomi Inggris.

Jumlah kerugian yang dilaporkan memang tidak begitu jelas. Banyak pihak yang memperkirakan kerugian Hari Rabu Hitam mencapai 3,4 miliar poundsterling. Namun berdasarkan data yang dirilis Freedom of Information Act pada tahun 2005, jumlah kerugian yang ditaksir jauh lebih kecil.

Di mana kerugiannya mencapai 3,3 poundsterling. Sementara itu, kerugian trading yang terjadi di hari itu mencapai 800 juta poundsterling. Sebaliknya perusahaan investasi Quantum Fund yang dijalankan Soros berhasil meraup keuntungan hingga 1 miliar poundsterling.

Meski konsekuensi yang diakibatkannya begitu mengerikan, tapi strategi trading Soros patut diacungi jempol. Strategi yang ia jalankan sudah dimulai beberapa bulan sebelumnya, yakni dengan memasang posisi short (jual) dalam jumlah yang banyak.

Ketika poundsterling jatuh, para spekulator yang cemas ikut-ikutan menjual poundsterling. Membuat mata uang ini terjun bebas dalam sekejap, sementara Soros memanen keuntungan berkali-kali lipat. Sebuah strategi brilian dengan konsekuensi dahsyat bagi ekonomi global. 

Setelah peristiwa Hari Rabu Hitam, nama Soros kian melambung sebagai investor sekaligus spekulan 'penghancur poundsterling'. Sepak terjangnya pun meluas ke seluruh dunia, hingga berhasil 'menciptakan' krisis moneter di Asia.

2.  Membobol bank sentral Thailand

Bendera thailand berkibar
Credit: Marko Mikkonen

Rahasia gelap Soros lainnya yaitu memicu krisis di Thailand (dikenal sebagai Tom Yum Goong oleh warga Thailand). Seperti yang kamu tahu, pusat krisis moneter di Asia dimulai dari Thailand, lalu menyebar ke negara Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Efek krisi makin menggila saat memasuki musim gugur 1997. Di mana efek domino krisis Asia Tenggara menyebar ke Korea Selatan, Hongkong, Cina, dan pada tahun 1998 menghantam Rusia dan Brazil.

Krisis Thailand dimulai ketika perusahaan Soros, Quantum Fund, bekerja sama dengan Julian Roberston ‘Tiger Fund’ berhasil memangkas nilai mata uang baht hingga 60 persen. Soros menggunakan dana sebesar 1 miliar dolar dan Roberston sebesar 3 miliar dolar melawan baht.

Seperti dikutip dari Bussines Insider, menurut Soros apa yang dilakukannya bukan penyebab krisis. Namun respon bank sentral Thailand yang ‘kurang memahami’ posisi hedge fund yang membikin kondisi bertambah runyam.

Di mana bank sentral melakukan pembelian baht dengan dolar, menaikan suku bunga, dan membatasi akses orang asing. Reaksi ini mengakibatkan kredibilitas bank jatuh dan memicu krisis yang lebih hebat.

3. Menciptakan krisis ekonomi di Malaysia

Menara kembar petronas di malam hari
Credit: Suran2007

Setelah sukses dengan strategi trading ‘spekulator’ di Thailand, sekarang Soros ingin mengujinya di Malaysia. Dalam krisis Malaysia sebetulnya ada banyak spekulan yang mengambil keuntungan. Namun hanya Soros yang paling agresif mengambil profit dari peristiwa tersebut.

Devaluasi ringgit sama parahnya dengan Thailand maupun Inggris. Di mana mata uang Malaysia terjun hingga 45 persen dalam sekejap mata. Untuk membendungnya, miliaran dolar devisa dikucurkan pemerintah. Tapi tetap saja ekonomi Malaysia terguncang.

Aksi gila Soros ini membuat dirinya dibenci oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Mahathir bahkan menyebut Soros dengan julukan penjahat, dan mengajukan argumen keharusan pemerintah campur tangan di pasar keuangan melebihi pasar lainnya.

Alasannya karena devaluasi mata uang jauh lebih berbahaya dibandingkan jatuhnya harga saham. Misalnya ketika pasar saham jatuh 20 persen, efek ekonomi yang timbul terbilang kecil dan terbatas. Beda halnya saat nilai mata uang yang jatuh.

Kejatuhan tersebut dapat memprovokasi negara lain untuk memblokir impor. Ditambah lagi perusahaan dalam negeri harus mengeluarkan lebih banyak uang ketika berinvestasi atau membeli barang dari luar negeri.

4. Mencoba menghancurkan ekonomi Hongkong

Megahnya kota hongkong di malam hari
Credit: Yuya Sekiguchi

Walaupun sudah mengobrak-abrik sejumlah negara, Soros masih belum puas. Kali ini ia mengincar Hongkong yang sedang mengalami inflasi yang lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Keanehan mulai terjadi pada tanggal 20 sampai 23 Oktober 1997 dengan meningkatnya volatilitas pasa saham Hongkong. Di mana indeks Hang Seng turun hingga 23 persen. Setahun kemudian, tepatnya 15 Agustus 1998, suku bunga overnight naik dari 8 persen, 28 persen, bahkan sempat mencapai 280 persen.

Pihak Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menyatakan anomali ini disebabkan spekulan yang mengeksploitasi celah dalam sistem mata uang Hongkong. Di mana suku bunga overnight akan naik secara otomatis sebanding dengan penjualan bersih dolar Hongkong.

Kenaikan suku bunga ini meningkatkan tekanan ke pasar saham, yang pada gilirannya dimanfaatkan spekulan untuk melakukan short (penjualan). HKMA dan sekretaris keuangan Donald Tsang Yam Kuen yang menyadari hal ini, langsung mengambil tindakan untuk menahan penjualan gila-gilaan di pasar yaitu dengan melakukan pembelian balik.

Pemerintah Hongkong menghabiskan sekitar HK$120 miliar di pasar modal. Saham yang telah dibeli kemudian dijual kembali pada tahun 1999 melalui Tracker Fund of Hong Kong dan berhasil meraup keuntungan hingga HK$30 miliar.

5. Mempengaruhi pemilu presiden Amerika Serikat

Patung liberty membawa bendera amerika serikat
Sumber gambar: Pixabay

Kehebatan George Soros tidak berhenti di pasar finansial saja, tapi juga politik. Aksinya yang paling dikenang yaitu mencoba mempengaruhi pemilu presiden Amerika Serikat tahun 2004. Caranya dengan menggelontorkan jutaan dolar kepada sejumlah organisasi masyarakat, salah satunya ialah America Coming Together (ACT).

ACT didirikan pada tahun 2003 dan didanai para miliader Amerika, di mana Soros adalah salah satunya. ACT membuka sembilan puluh kantor di tujuh belas negara bagian dan melibatkan 25.000 relawan untuk mengkampanyekan anti Bush.

Para relawan tersebut menggunakan berbagai pendekatan, mulai dari door to door hingga panggilan telepon agar memilih kandidat Partai Demokrat dibanding inkumben Presiden Bush. Organisasi ini akhirnya didenda oleh Federal Election Commission sebesar $775.000 atas usahanya yang mencoba memanipulasi pilpres Amerika.

Sayangnya ACT bukan satu-satunya organisasi yang mendapatkan kucuran dana Soros dalam pilpres 2004. Ditengarai Soros juga menggelontorkan dana kepada organisasi pro Partai Demokrat lain, seperti Moveon.org. Selain itu, Soros juga memberikan bantuan dana kepada Barrack Obama, yang pada saat itu adalah senat di Illinois, agar maju sebagai salah satu kandidat presiden Amerika Serikat.

Setelah mendanai kampanye anti Bush di seluruh penjuru Amerika, akhirnya Soros memutuskan untuk ‘turun gunung’ untuk melakukannya sendiri. "Jika saya dapat berkontribusi untuk menolak kebijakan Bush, saya pikir ini akan menjadi tindakan baik terbesar yang bisa saya lakukan untuk dunia," katanya, seperti dikutip dari Guardian.

6. Mengemplang pajak

Konglomerat mengemplang pajak
Sumber gambar: Pixabay

Soros adalah konglongmerat papan atas. Ia menduduki posisi ke 29 dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes dengan pendapatan bersih mencapai $24,2 miliar pada tahun 2015. Sebagai pengelola hedge fund papan atas, Soros cukup cerdik untuk mengakali pajak yang dikenakan terhadap uang investasi yang dikelolanya.

Tepat sebelum perubahan Public Law 110-343 yang mengatur penangguhan biaya hedge fund  di luar negeri disahkan, Soros memutuskan membuat perusahaan baru di Irlandia. Sementara perusahaannya sendiri ditutup dan memindahkan biaya penangguhannya ke perusahaan lain miliknya di surga bebas pajak Cayman.

Ketika perusahaan di Cayman didirikan, Soros menangguhkan biaya $13,3 miliar. Di mana jika biaya tersebut dikenakan pajak, Soros harus membayar pajak sebesar $7 miliar. Sayangnya trik Soros menghindari pajak tidak berhenti sampai di sini.

Cara lain yang dilakukannya yaitu dengan menyumbangkan uang $18 miliar ke Open Society. Seperti dikutip dari Bloomberg, tindakan ini merupakan akal-akalan Soros untuk mengurangi tagihan pajaknya yang tinggi. Di mana ia seharusnya dikenakan pajak federal paling tinggi sebesar 39,6 persen, ditambah pungutan negara bagian dan kota.

7. Diam-diam menyerang Israel

Bendera israel dan bendera amerika serikat
Credit: Ze'ev Barkan

Kehebatan George Soros lainnya yaitu aksinya menyerang Israel. Tentu tidak melalui serangan militer, tapi ekonomi. Selama bertahun-tahun Open Society Foundation (sebelumnya bernama Open Society Initiative) mendanai kelompok sayap kanan dengan tujuan mempengaruhi kebijakan Amerika Serikat terhadap Israel.

Aliran dana Soros juga dikucurkan kepada kelompok sayap kanan Palestina, media liberal di Israel, dan sejumlah ormas untuk menyuarakan kejahatan perang yang terjadi di sana. Bukti kucuran dana ini terkuak dari e-mail Soros yang diretas hacker.

Dikutip dari Times of Israel, Soros telah mengucurkan dana hingga $10 miliar yang ditujukan kepada organisasi regional Arab sejak tahun 2001. Di mana organisasi tersebut diminta untuk meningkatkan kampanye anti kebijakan rasis yang dialami warga Israel keturunan Arab di forum internasional.

"Ada sejumlah keberhasilan dalam menantang kebijakan rasial dan anti-demokrasi Israel di arena internasional dan mempengaruhi perundingan bilateral Uni Eropa-Israel," bunyi salah satu dokumen yang bocor.

8. Memberikan bantuan kepada Lynne Stewart

Lynne Stewart
Credit: Lorcan Otway

Rahasia gelap lainnya dari George Soros yaitu memberikan bantuan kepada Lynne Stewart sebesar $20.000. Dana ini disalurkan melalui organisasi Open Society Foundation yang didirikan Soros.

Stewart adalah seorang pengacara sayap kiri radikal yang kerap mewakili orang miskin yang tersandung kasus hukum. Ia percaya sistem politik dan ekonomi kapitalis Amerika perlu diubah melalui jalan revolusioner. Ia bersimpati terhadap setiap tindakan yang berupaya mengubah sistem tersebut. 

Salah satu kliennya yang paling kontroversial adalah Omar Abdel Rahman, penyebar kebencian dan pendukung teroris. Sebagai pengacara teroris, Stewart harus tunduk kepada aturan special administrative measures yang mengatur komunikasi antara pengacara dengan teroris. 

Di mana pengacara hanya diperbolehkan berkomunikasi secara langsung di rumah tahanan. Aturan ini bertujuan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat. Sebelum Omar meninggal, ia menitipkan pesan kepada Stewart kepada pengikutnya.

Akibatnya penyelundupan pesan ini, Stewart dikenai hukuman kurungan selama 28 bulan. Hukuman ini memicu banyak perdebatan dan simpati dari banyak pihak, tak terkecuali Soros yang menggelontorkan banyak uang bantuan kepada Stewart.

9. Mengidap delusi akut

George Soros sedang mengisi seminar
Credit: Niccolò Caranti

Rahasia gelap Soros yang terakhir yaitu ia mengidap delusi akut. Fakta mengerikan ini ia tuangkan ke dalam bukunya yang berjudul The Bubble of American Supremacy. Dalam buku tersebut, Soros menasbihkan diri sebagai ‘tuhan’ sekaligus mesiah sang juru selamat umat manusia.

“Saya membayangkan diri saya sebagai semacam tuhan,” tulis Soros dalam bukunya, seperti dikutip dari LA Times. “Saya membawa sejumlah fantasi mesianis sejak masa kecil, yang harus saya kendalikan, jika tidak itu akan membawa masalah.”

Visi Soros tidak berhenti di sini, ia tidak hanya merasa dirinya seorang ‘tuhan’ namun juga orang gila. “Di samping fantasi tentang ‘tuhan’, saya juga punya fantasi menjadi orang gila,” tulisnya. “Sebenarnya kakek saya seorang paranoid, saya punya banyak kegilaan dalam keluarga saya. Sejauh ini saya berhasil lolos.”

Pernyataan Soros di atas merupakan hal yang mengerikan. Mengingat ia memiliki lebih dari cukup uang untuk melakukan apa saja. Ditambah lagi sejak dulu ia dikenal sebagai spekulator ‘jahat’ yang menghalalkan segala cara untuk meraup keuntungan.

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sosial dan politikragam, atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar: JimRogers Fan

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »