12 Fakta Gelap Bitcoin yang Harus Kamu Cermati dan Waspadai

Bitcoin investasi masa depan


raSains.com - Bitcoin adalah ‘emas’ baru di era modern. Ditambang dan disimpan di komputer, tanpa wujud fisik dan regulator. Namun harganya tidak main-main, mencapai belasan ribu dolar perbuah. Jumlah yang fantastis untuk sebuah mata uang digital (cryptocurrency).

Di balik kehebohannya, bitcoin juga menyimpan sejumlah fakta menarik sekaligus mengerikan. Sisi lain yang cepat atau lambat bakal kita ketahui. Apa saja fakta-fakta tersebut?

1. Bitcoin paling banyak digunakan di Silk Road

bitcoin dan dollar
Sumber gambar: Pexels

Nama Silk Road tidak mengacu pada jalur sutera yang menghubungkan perdagangan Cina dengan Eropa, melainkan marketplace ‘dunia bawah internet’ yang ada di deep web. Di sini kamu bisa menemukan berbagai barang ilegal, seperti senjata api, narkoba, jasa hacker, hingga pembunuh bayaran.

Ya, Silk Road adalah pasar gelap terbesar di dunia! Di mana penegak hukum tidak bisa menjangkaunya. Sebabnya karena jaringan Tor yang digunakan untuk mengaksesnya memblokir semua identifikasi digital. Dampaknya pihak yang berwajib kesulitan untuk melacak setiap aktivitas ilegal di sini.

Kehadiran bitcoin makin menambah runyam. Pasalnya model transaksi bitcoin yang peer-to-peer, terdesentralisasi, serta dilengkapi kriptografi makin menjamin anonimitas transaksi di Silk Road. Namun ini bukan berarti melacak transaksi bitcoin di Silk Road adalah hal yang mustahil.

Seperti dikutip dari Wired, pada tahun 2013 lalu, pemerintah Amerika Serikat berhasil melacak transaksi narkoba di Silk Road yang mengarah ke laptop milik Ross Ulbricht. Dari laptop tersebut mantan agen FBI  Ilhwan Yum berhasil melacak ribuan transaksi ilegal menggunakan bitcoin.

Berdasarkan pengakuan Yum di persidangan, total transaksi yang berhasil dilacak berjumlah 3.760 yang terjadi dalam jangka waktu dua belas bulan. Dengan perkiraan total nilai transaksi sebesar $13,4 juta (pada saat itu).

Kesuksesan ini mematahkan anggapan banyak orang jika bitcoin seratus persen tak terlacak. Selama pihak yang berwenang dapat mengidentifikasi alamat bitcoin pengguna, dalam kasus Ulbricht melalui laptop Samsung 700z miliknya, maka melacak setiap transaksi yang pernah dilakukannya bukan perkara yang sulit.

2. Blockchain bakal bertahan lebih lama dibanding bitcoin

ilustrasi bitcoin dan blockchain
Credit: Luke Descryptive

Hal yang paling berharga dari bitcoin ialah teknologi blockchain yang diperkenalkannya. Blockchain, atau rantai-blok, merupakan pengembangan lebih lanjut dari catatan ‘block’ yang saling terhubung dan diamankan dengan kriptografi.

Potensi blockchain amat besar, sebanding dengan internet itu sendiri. Suatu saat nanti, bitcoin bisa saja ‘mati’ tepi teknologi blockchain yang ada di belakangnya akan abadi dan terus berkembang.

Dikutip dari Forbes, teknologi blockchain bakal mengubah empat hal di masa depan yaitu transaksi langsung tanpa melibatkan pihak ketiga atau bank, menjamin keamanan data riwayat penyakit dan data penting kesehatan lainnya, memudahkan pembayaran gaji di seluruh dunia, dan menguatkan demokrasi.

Perubahan yang pertama sudah dapat disaksikan melalui metode transaksi bitcoin. Di mana setiap bitcoin yang dikirim akan masuk ke dalam ‘wallet’ pengguna, tanpa perlu lagi perantara. 

Wallet merupakan ‘identitas pengguna’ yang dienkripsi ke dalam rangkaian huruf dan angka. Semacam rekening khusus untuk menampung bitcoin. Uniknya setiap transaksi antar wallet akan tercatat di 'buku' blockchain. Memastikan tranparansi dan keamanan bitcoin itu sendiri.

Perubahan-perubahan selanjutnya bakal kita saksikan di masa depan. Pelan tapi pasti blockchain akan mengambil bagian dalam sejarah manusia seperti halnya internet.

3. Sisi gelap bisnis tambang bitcoin

Ilustrasi tambang bitcoin
Credit: Luke Descryptive

Kemunculan bitcoin mampu menciptakan peluang bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya: tambang bitcoin. Tambang ini tersebar di banyak negara, tapi mayoritasnya berada di Cina. Meski keberadaannya disembunyikan karena dianggap ilegal oleh pemerintah.

Alasan Cina adalah lokasi tambang bitcoin terbaik dikarenakan tarif listriknya yang begitu murah. “Cina memiliki listrik berbasis batu bara yang sangat murah dan juga memiliki kapasitas ekstra hydro,” Ujar Garrick Hileman, ilmuwan dari University of Cambridge, seperti dikutip dari Bussines Insider.

Meski tambang bitcoin tidak mencemari lingkungan, namun bukan berarti ramah lingkungan pula. Pasalnya listrik yang dibutuhkan untuk menambang bitcoin sangatlah tinggi. Hal ini terungkap dari laporan penelitian yang dilakukan Power Compare.

Di mana kebutuhan listrik global untuk menambang bitcoin pertahunnya melebihi energi yang dibutuhkan Irlandia dan rata-rata negara Afrika dalam jangka waktu yang sama. Sebagai perbandingan, industri tambang bitcoin mampu menghabiskan 29.05 TWh, sementara Irlandia hanya 25 TWh saja.

Jumlah ini diperkirakan melonjak seiring tumbuhnya ‘pertambangan bitcoin’ dan meningkatnya permintaan akan mata uang digital tersebut.

4. Tidak ada yang tahu pembuat mata uang digital ini

siluet pria misterius
Sumber gambar: Pexels

Siapa pencipta bitcoin? Namanya adalah Satoshi Nakamoto. Seperti apa wajahnya, dari negara mana asalnya, atau apakah dia orang Jepang, tidak ada yang tahu pasti. Dunia hanya mengetahui namanya saja.

Sejak awal, ia selalu menjaga identitasnya tetap di balik bayang-bayang. Bahkan ketika pertama kali mengenalkan bitcoin, Satoshi hanya berkomunikasi lewat e-mail, tanpa pernah bertatap muka maupun berbicara melalui sambungan telepon.

Ketika popularitas bitcoin meledak, tiba-tiba saja ia menghilang dari jagad maya. Ya, sejak tahun 2011, Satoshi ‘resmi’ lenyap, sama seperti kemunculannya yang begitu tiba-tiba. Misteri pencipta mata uang virtual pertama itu jelas menarik banyak pihak.

Sejumlah spekulasi mengenai siapa pencipta bitcoin bermunculan di internet. Salah satunya yaitu Nick Szabo, pria keturunan Hungaria yang kini tinggal di Amerika. Sayangnya Szabo menyangkal hal ini, meski ia adalah tokoh kunci di bitcoin.

Spekulasi paling baru menyebut Elon Musk sebagai penggagas mata uang ini. Spekulasi ini berasal dari Sahil Gupta, karyawan magang di Space X. Menurutnya Musk memiliki kriteria sebagai sang pembuat bitcoin karena kemampuannya dalam bidang ekonomi, kriptografi, dan pemrograman  C++.

Sayangnya Musk membantah spekulasi ini melalui akun Twitter miliknya. “Bukan aku. Beberapa tahun yang lalu memang ada teman yang mengirimkan BTC (bitcoin), tapi aku tidak tahu dari mana asalnya,” tulis Musk, seperti dikutip dari Bloomberg.

5. Perusahaan 'bitcoin' jadi sasaran empuk hacker

Hacker mencoba mencuri bitcoin
Credit: elhombredenegro

Meretas akun bitcoin memang sulit, bahkan hampir mustahil dengan teknologi saat ini. Beda halnya dengan meretas perusahaan yang bergerak di bidang bitcoin, seperti perdagangan dan mining. Baik yang resmi maupun yang ‘abu-abu’.

Kasus peretasan perusahaan bitcoin terbesar dalam sejarah menimpa Mt. Gox. Perusahaan penukaran bitcoin yang bermarkas di Tokyo ini harus menelan pil pahit, kehilangan 850.000 bitcoin (senilai $450.000 pada saat itu).

Metode pencuriannya memang masih kabur. Tapi berdasarkan laporan perusahaan keamanan WizSec, peretas mulai menguras bitcoin milik Mt. Gox sejak tahun 2011. Akibat peristiwa ini, Mt. Gox  dinyatakan bankrut pada tahun 2014.

Nasib naas Mt. Gox juga dialami Sheep Marketplace yang berada di deep web. Marketplace ini harus rela kehilangan 96.000 bitcoin (sekitar $100 juta pada saat itu) setelah peretas mengeksploitasi celah dalam sistem mereka. Layanan ini pun dinyatakan resmi ditutup pada Desember 2013.

Sedangkan peretasan terbaru dialami perusahaan mining marketplace NiceHash. Sang peretas berhasil menggondol bitcoin sebanyak 4.700 dengan nilai sebesar $63.92 juta pada saat itu. Berdasarkan pengakuan Andrej P Škraba, kepala marketing NiceHash, pihaknya tengah menginvestigasi peristiwa ini. 

"Kami mengerti bahwa Anda akan memiliki banyak pertanyaan, dan kami meminta kesabaran serta pengertiannya saat kami menyelidiki penyebab dan menemukan solusi yang tepat untuk masa depan layanan ini," katanya, seperti dikutip dari The Guardian.

6. Penipuan berkedok bitcoin

penipuan di internet
Sumber gambar: Pixabay

Fenomena bitcoin yang kian menggila menarik banyak scammer untuk menipu publik. Berdasarkan laporan dari Zerofox, perusahaan monitoring resiko digital, ada empat modus penipuan bitcoin yang ada di dunia maya yang harus kamu waspadai.


  • Malware download
Untuk kamu yang sering menambang bitcoin via cloud berhati-hatilah. Pasalnya Zerofox menemukan fakta jika bitcoin kerap dijadikan bait untuk mengunduh wallet palsu yang mengandung malware berbahaya.

Perusahaan ini juga mengingatkan agar pengguna internet tidak terpancing mengklik tautan mencurigakan seputar bitcoin di media sosial. Terutama yang tidak dilengkapi https dan url yang diperpendek (url shortener).


  • Pishing bitcoin
Situs pishing akan meniru merk bitcoin untuk mendapatkan kredibilitas korban. Biasanya situs semacam ini dilengkapi dengan fitur jebakan untuk menjaring kunci wallet bitcoin. Hati-hati jika kamu menemukan situs yang meminta kata kunci wallet kamu, karena dipastikan itu adalah pishing.


  • Flipping bitcoin
Penipuan ini berupa tawaran penukaran bitcoin dengan syarat transfer uang terlebih dahulu. Kadang juga bermodus melipat gandakan bitcoin milik kamu. Setelah korban mengirim uang atau bitcoinnya, sang penipu akan langsung raib.


  • Skema ponzi
Modusnya tidak jauh berbeda dengan skema ponzi pada umumnya. Di mana scammer meminta korban untuk mencari calon korban baru dengan iming-iming bitcoin. Penipuan bitcoin semacam ini paling sulit diketahui.

Pasalnya skema ponzi bitcoin bakal berjalan dengan baik pada awalnya. Namun seiring jumlah korban yang meningkat, permasalahan bakal bermunculan dan semakin parah hingga akhirnya bisnis ‘terpaksa’ ditutup. 

7. Harganya luar biasa fluktuatif

ilustrasi kartun wallet bitcoin
Credit: Luke Descyptive

Luar biasa fluktuatif adalah frasa yang paling tepat menggambarkan harga bitcoin. Bagaimana tidak, ketika pertama kali diluncurkan nilai tukar mata uang virtual ini kurang dari satu dolar, dan kini harganya sudah melesat hingga belasan ribu dolar.

Kenaikan ini bukanlah kabar baik. Pasalnya bitcoin juga beresiko turun dalam waktu yang singkat pula. Misalnya seperti yang terjadi pada akhir tahun lalu, di mana harga bitcoin merosot dari  $15,820 menjadi $12,504. Turun 20 persen dalam kurun waktu dua belas jam saja. Mengerikan kan?

Fluktuatifnya harga bitcoin tidak bisa dilepaskan dari permintaan dan penawaran di pasar. Ketika permintaan naik harga akan ikut terkerek, begitu juga sebaliknya saat penawaran tinggi harga akan jatuh.

Apalagi pasar bitcoin dibuka sepanjang waktu. Beda halnya dengan pasar forex yang hanya buka senin sampai jumat. "Ini adalah 24/7 dan ini adalah aset perdagangan 24/7 yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Nicholas Gregory, CEO CommerceBlock, seperti dikutip dari Express.

8. Jalur pendanaan teroris

Ilustrasi teroris pria yang ditutup mukanya
Credit: Guillermo Ruiz

Bitcoin tidak hanya dijadikan sarana cuci uang, tapi juga pendanaan teroris. Fakta mengerikan ini terkuak dari tertangkapnya  Zoobia Shahnaz, 27 tahun, yang diduga mentransfer $85.000 ke ISIS dalam bentuk bitcoin.

Berdasarkan dokumen persidangan, diketahui perempuan kelahiran Pakistan tersebut telah bertransaksi dengan entitas yang tidak diketahui yang berada di Pakistan, Cina, dan Turki. “Transaksi dimotivasi untuk menguntungkan ISIS, dan tergugat bakal bergabung di Suriah,” ungkap jaksa penuntut umum.

Tuduhan ini dibantah oleh Steve Zissou, pengacara Shahnaz. Zissou menyatakan dana milik kliennya dikirim kepada pengungsi Suriah, bukan ISIS.

"Apa yang dia lihat membuatnya mencurahkan perhatian untuk mengurangi penderitaan banyak pengungsi Suriah dan semua yang dia lakukan adalah untuk tujuan itu," katanya Zissou, seperti dikutop dari Express.

9. Dijadikan bayaran tebusan hakcer

ilustrasi hacker anonymous dalam dunia digital
Sumber gambar: Pixabay

Kasus permintaan tebusan bitcoin oleh hacker kini kerap terjadi. Hal ini tidak terjadi satu atau dua kali saja, tapi berkali-kali. Sulitnya melacak penerima bitcoin menjadi alasan utama utamanya.

Tentunya kamu masih ingat serangan ransomware WannaCry yang menggegerkan dunia tempo hari? Serangan ini sukses mengenkripsi data penting milik perusahaan, individu, dan layanan publik di berbagai negara. Untuk membuka data yang terkunci, korban bisa membayar uang tebusan sebesar $600 dalam bentuk bitcoin.

Permintaan tebusan bitcoin juga terjadi pada kasus peretasan HBO dan Netflix. Pada kasus HBO, sang peretas meminta tebusan sebesar $6,5 juta dalam bentuk bitcoin. Jika tidak dituruti maka naskah Games of Throne yang dicuri akan disebar ke internet.

Sementara pada kasus Netflix yang dicuri adalah epsiode Orange is the New Black yang belum dirilis. Sang peretas pun meminta ribuan dolar sebagai tebusannya. Sayangnya tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Netflix, sebagai akibatnya episode yang dicuri tersebut diunggah peretas ke Torrent.

10. Orang-orang kaya dunia membenci bitcoin

bitcoin dan anonymous hacker
Credit: Zach Copley

Para begawan ekonomi dunia nampaknya tidak menyukai kehadiran Bitcoin. Berulang kali para miliader dunia menyatakan penolakannya terhadap mata uang kripto ini. Salah satunya yaitu CEO JP Morgan, Jamie Dimon.

Dalam wawancaranya dengan The Guardian, Dimon meramalkan kejatuhan bitcoin di masa depan. “Mata uang ini tidak akan berhasil. Kamu tidak dapat memiliki bisnis dengan orang dapat menciptakan uang dari udara yang tipis.”

Walau begitu, menurut Dimon bitcoin tetap memiliki pangsa pasar tersendiri, meski kecil. Ia mencontohkan pasar bitcoin erat kaitannya dengan barang-barang ilegel, seperti obat bius dan narkoba. 

Hal senada juga dikemukakan oleh Warren Buffet. Investor terkemuka ini malah mengatakan bitcoin sebagai fatamorgana. "Jauhilah itu. Ini adalah fatamorgana, pada dasarnya," katanya seperti dikutip dari CNBC.

Meski begitu, Buffet mengagumi cara kerja pengiriman bitcoin yang efisien. Namun gagasan mengenai adanya nilai intrinsik dalam bitcoin adalah sebuah lelucon.

11. Kejatuhan bitcoin

Bitcoin pecah berkeping-keping
Credit: Pixabay

Suatu saat nanti bitcoin bakal menemui ajalnya. Penyebabnya karena mata uang digital ini sudah melenceng dari tujuan pembuatannya. Ada dua alasan kenapa ramalan ini akan menjadi kenyataan menurut Mike Hearn, mantan pengembang Bitcoin Core.

Pertama, sejak awal bitcoin ditujukan sebagai mata uang yang terdesentralisasi. Berbeda dengan mata uang riil yang diatur oleh bank sentral tiap negara. Namun di masa depan, bitcoin akan dikontrol oleh segelintir orang atau kelompok yang memiliki modal besar untuk membelinya.

Alasan yang kedua disebabkan ancaman yang datang dari teknologi blockchain itu sendiri. Mike mengutip posting ProHashing mengenai argumennya.

"Masalahnya adalah bahwa sekarang secara resmi tidak mungkin bergantung pada jaringan bitcoin lagi untuk mengetahui kapan pembayaran akan ditransaksikan, karena kemacetan sangat buruk sehingga kenaikan lonjakan kecil pada volume membuat perubahan dramatis dalam jaringan, tulis Mike.”

12. Hal yang terjadi ketika bitcoin ambruk

Gedung suram
Credit: G Crouch

Harga bitcoin sekarang sudah tidak masuk akal. Sejumlah pihak bahkan menyebut mata uang virtual ini sebagai bubble. Terus membesar hingga akhirnya meledak. Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi ketika bitcoin ambruk di masa depan?

Dampak yang paling jelas yaitu tertekannya bursa saham. Terutama yang menyangkut perusahaan yang berkaitan dengan bitcoin. Misalnya marketplace ataupun mining. Saham-saham perusahaan ini bakal terseret jatuh seiring banyaknya investor yang panik.

Garrick Hileman, yang meneliti sistem moneter di Cambridge University, menyamakan letusan gelembung bitcoin dengan gelembung dotcom pada tahun 2000. "Pemain terbesar dan terkuat, orang-orang Amazon dari dunia kripto, akan mengkonsolidasikan dan mendorong diri mereka lebih jauh ke depan,” katanya.

“Tapi banyak perusahaan bitcoin - bursa, perusahaan dompet, dan sebagainya - akan gulung tikar," ujarnya, seperti dikutip dari Wired.

Efek kejatuhan ini juga bakal sampai ke perusahaan pembuat perangkat keras untuk menambang bitcoin. "Nvidia, Intel dan pembuat chip lainnya pasti kena,” kata Hileman.


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar teknologi atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar: Pexels

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »