14 Ilmuwan Biologi Paling Berpengaruh Sepanjang Masa

ilmuwan lego yang lucu sedang melakukan penelitian di laboratorium


raSains.com - Berapa banyak ilmuwan biologi yang kamu ketahui? Kemungkinan besar bisa dihitung dengan jari. Nama ilmuwan biologi memang kalah moncer dengan ilmuwan fisika, meski sumbangsih mereka tidak kalah besarnya.

Berikut ini daftar nama ilmuwan biologi yang paling berpengaruh beserta penemuannya. Pencapaian mereka dapat kamu sejajarkan dengan 20 ilmuwan hebat di bidang fisika yang berhasil mengubah dunia:

1. Dorothy Hodgkin (12 Mei 1910 – 29 Juli 1994)

foto lawas ilmuwan biologi dorothy hodgkin

Dorothy adalah seorang kimiawati berkebangsaan Inggris yang berhasil mengembangkan kristalografi protein. Alat ini berguna untuk menentukan struktur atom dan molekul kristal dengan mendifraksi sinar X ke segala arah.

Kristografer tinggal mengukur intensitas dan sudut difraksi sinar sehingga menghasilkan gambar tiga dimensi atom. Dari gambar kepadatan inilah diurai berbagai informasi penting mengenai atom tersebut, mulai dari ikatan kimia, entropi, hingga posisi rata-rata atom tersebut. Berkat itu, nama Hodgkin dikenang sebagai penemu struktur biomolekuler tiga dimensi sekaligus pelopor kajian kristalografi sinar-X biomolekul.

Penemuan penting Hodgkin lainnya yaitu stuktur penisilin yang ternyata mengandung cincin β-lactam, struktur insulin, hingga penentuan struktur vitamin B12 yang membuatnya diganjar hadiah Nobel Kimia tahun 1964

2. William Harvey (1 April 1578 – 3 Juni 1657)

lukisan wajah ilmuwan William Harvey


William Harvey adalah dokter kebangsaan Inggris yang berhasil menemukan stuktur anatomi dan fisiologi. Tapi namanya melambung berkat keberhasilannya mendeskripsikan sistem peredaran darah yang dipompa oleh jantung.

Menariknya Harvey menuliskan gagasannya dengan jelas dan mendalam berdasarkan data eksperimen yang telah dilakukannya. Misalnya mengenai konstraksi dinding jantung saat mengosongkan darah (sistol) dan pelebaran rongga saat diisi (diastol).

Padahal sebelum Harvey terdapat sejumlah orang yang berpikir mengenai hal ini, meski mereka tidak memiliki laporan sedetail Harvey. Misalnya Michael Servedo (Servetus), seorang dokter dan teolog Spanyol.

Sayangnya gagasanya ditolak oleh gereja. Pasalnya gereja telah mendukung gagasan Galen mengenai jantung sebagai pusat sirkulasi. Akibatnya Servedo tewas dibakar gereja.

3. Edwart Jenner (17 Mei 1749 - 26 Januari 1823)

Percobaan vaksin Edwart Jenner kepada Phipps yang pernah dilakukannya


Jenner adalah orang yang pertama kali mengenalkan vaksin kepada dunia. Ia berhasil menemukan vaksin smallpox yang berguna untuk menangkal wabah cacar yang menggila di Eropa. Penemuannya dimulai dengan asumsi bahwa pemerah susu sapi yang kebal akan cacar smallpox (variola).

Asumsi ini berasal dari pengamatan sehari-harinya. Menurutnya nanah cacar air yang diterima para pemerah susu melindungi mereka dari wabah cacar smallpox. Hipotesis ini akhirnya Jenner uji pada 14 Mei 1796.

Caranya dengan menginokulasi James Phipps, tetangga Jenner yang berusia delapan tahun, dengan nanah cacar air yang ada di tangan Sarah Nelmes, seorang pemerah susu sapi. Pasca inokulasi, Phipps mengalami demam sebentar namun tidak ada infeksi lebih lanjut.

Kemudian Jenner mengoleskan materi cacar variola yang tengah mewabah ke Phipps. Sesuai dugaannya, bocah itu tidak terinfeksi cacar. Percobaan ini kembali diulang oleh Jenner sebanyak 23 kali dan hasilnya sukses.

Ia pun membukukan penemuannya dalam buku berjudul An Inquiry the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae. Percobaan yang dilakukannya kemudian dikenal dengan nama vaksinasi yang berasal dari kata vacca yang berarti sapi dalam bahasa latin.

Berkat penemuannya itu, Jenner dinobatkan sebagai Bapak Imunologi (salah satu kajian biomedis yang membahas aspek imun yang ada pada organisme). Meski begitu, metode penelitian eksperimental yang dilakukannya dipersoalkan banyak pihak. Karena tidak memenuhi kriteria ilmiah yang berlaku pada saat itu.

4. Alfred Russel Wallace (8 Januari 1823 - 7 November 1913)

Foto wajah ilmuwan biologi Alfred Russel Wallace
Sumber gambar: Wikimedia

Wallace adalah seorang penjelajah, antropolog, dan ahli biologi asal Inggris. Ia telah menjelajahi berbagai tempat di dunia untuk melakukan penelitian, mulai dari sungai Amazon hingga ke Nusantara.

Di Indonesia, ia meninggalka Garis Wallace. Sebuah garis hipotesis yang membagi kepulauan Indonesia menjadi dua; barat dan timur. Di mana fauna yang tinggal di bagian barat berasal dari Asia sedangkan di bagian timur didiami fauna Australasia. Analisanya mengenai persebaran geografis hewan membuatnya dijuluki sebagai Bapak Biogeografi.

Selain itu, dirinya juga dikenal sebagai pemikir teori evolusi awal, bahkan ia sempat menerbitkan makalah mengenai hal ini bersama Charles Darwin. Cakupan teori evolusinya meliputi efek Wallace, warna peringatan dan seleksi seksual yang ada pada hewan, serta hipotesis mengenai seleksi alam yang mendorong spesies menciptakan penghalang hibridrasi.

Di luar aktivitasnya sebagi ilmuwan, Wallace juga dikenal sebagai aktivis sosial. Ia kerap menyoroti sistem ekonomi dan sosial di Inggris pada abad 19 yang dianggap tidak adil. Selain itu, ia juga mengangkat isu kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia.

5. Robert Koch (11 Desember 1843 - 27 May 1910)

Robert Koch sang peneliti tuberkolosis


Koch adalah seorang dokter dan ahli mikrobiologi asal Jerman. Mantan profesor di Berlin University ini berhasil mengidentifikasi agen penyebab sejumlah penyakit mematikan yaitu tuberkulosis, kolera, dan antraks.

Buah pemikirannya yang diakui hingga hari ini yaitu Postulat Koch. Postulat ini berguna untuk menganalisa penyebab penyakit menular. Ada empat prinsip yang mendasarinya, yakni organisme harus selalu ada dalam setiap kasus penyakit, organisme harus diisolasi dari inang dan ditumbuhkan di kultur murni, sampel organisme yang ditumbuhkan harus menyebabkan penyakit yang sama pada binatang yang diinokulasi, dan terakhir organisme dari binatang yang diinokulasi harus sama dengan organisme yang ada di inang.

Penemuannya ini mempelopori sebuah kajian baru di bidang biologi yaitu bakteriologi (kadang disebut juga sebagai biologi bakteri). Bakteriologi adalah sebuah imu yang mempelajari bakteri dan klasifikasinya. Mulai dari anatomi, interaksi hingga cara kerja bakteri.

Penelitiannya yang bermanfaat bagi umat manusia membuatnya dianugerahi banyak penghargaan dari banyak pihak. Seperti anugerah hadiah Nobel Fisiologi pada tahun 1905 untuk penelitiannya mengenai tuberkolosis. Pemerintah Jerman juga memberikan penghormatan dengan menamai lembaga yang bertanggung jawab atas pengendalian dan pencegahan penyakit dengan nama Robert Koch Institute.

6. Sir Alec John Jeffreys (9 January 1950 - Sekarang)

Sir Alec John Jeffreys sang penemu pemindai sidik jari DNA

Sir Alec John Jeffreys adalah seorang ahli genetika yang berhasil mengembangkan teknik sidik jari RNA dan pembuatan profil DNA. Temuannya ini kini telah digunakan oleh sains forensik seluruh dunia untuk memecahkan berbagai kasus kejahatan dan persengketaan imigrasi.

Kisah penemuanya dimulai pada 10 September 1984. Pada saat itu, Jeffreys secara tidak terduga menyadari adanya kesamaan dan perbedaan antara DNA teknisinya yang muncul pada gambar Sinar X. Dari sini ia berpikir adanya kemungkinan sidik jari DNA (DNA fingerprint) yang menggunakan genetik untuk mengidentifikasi individu.

Setelah penelitiannya sukses, ia lalu mengembangkan profil DNA. Profil DNA adalah pengetikan minisatelit (STR) individu yang bervariasi dalam genom manusia. Berbeda dengan sidik jari DNA yang berfokus mengurutkan minisatelit secara serentak, profil DNA hanya berfokus pada beberapa minisatelit. Dengan begitu hasil profil DNA menjadi lebih sensitif, mudah diproduksi, dan diterima ke dalam database komputer.

7. Heinrich Anton de Bary (26 Januari 1831 – 19 Januari 1888)

Bary  dikenal sebagai bapak patologi tumbuhan (fitopatologi) sekaligus pendiri mikologi modern. Dia menghabiskan banyak waktu untuk meneliti riwayat hidup jamur dan membantu memahami alga dan tumbuhan dengan tingkat lebih tinggi.

Salah satu pencapaiannya yaitu membuktikan bahwa jamur patogen tidak muncul dari sel tanaman yang sakit maupun sekresinya. Tidak hanya itu, ia pula yang pertama kali menunjukan seksualitas pada jamur.

Bary berhasil mempublikasikan lebih dari 100 makalah penelitian yang menginspirasi sejumlah orang yang nantinya menjadi ahli botani dan ahli mikrobiologi terkemuka. Misalnya Sergei Winogradsky, William Gilson Farlow, dan Pierre-Marie-Alexis Millardet.

8. Sir David Hopwood (19 August 1933 - Sekarang)

Sir David Hopwood sang peneliti antibiotik


Profesor Sir David Hopwood adalah seorang ahli mikrobiologi dan genetik terkemuka asal Inggris. Ia adalah orang pertama yang meneliti bakteri tanah Streptomyces. Bakteri ini merupakan sumber antibiotik yang cukup menjanjikan.

Pasalnya Streptomyces terbukti menghasilkan streptomisin dan tetrasiklin yang berguna sebagai bagian mekanisme pertahanan bakteri untuk mengurangi persaingan habitat dan makanan. Penelitian Hopwood menunjukan bakteri ini dapat menukar informasi genetik antar sel bakteri.

Penelitian ini adalah langkah awal dalam menciptakan bakteri rekayasa genetika untuk membuat antibiotik baru. Di mana pada tahun 1985, Hopwood menjadi orang pertama yang sukses melakukannya. Membuat antibiotik hibrida dengan manipulasi genetik bakteri Streptomyces.

Satu dekade kemudian, ilmuwan biologi ini diganjar penghargaan Gabor Medal sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya merintis penelitian di bidang genetika Streptomyces dan pengembangan proses sintesis polketida.

9. Carolus Linnaeus (23 Mei 1707 - 10 Januari 1778)

Lukisan wajah ilmuwan Carolus Linnaeus
Sumber gambar: Wikimedia

Nama asli ilmuwan biologi asal Swedia ini adalah Carl Linnaeus. Sedangkan nama Carolus Linnaeus merupakan terjemahan namanya dalam bahasa latin, yang kemudian berubah menjadi Carolus a Linné setelah tahun 1761.

Linnaeus dikenal sebagai Bapak Taksonomi Modern berkat berbagai temuannya dalam bidang taksonomi, yakni sistem penamaan makhluk hidup ‘Binominal Nomenclature’. Di mana setiap nama makhluk hidup terdiri atas dua kata dari bahasa latin atau Yunani. Pemilihan bahasa ini didasarkan pada banyaknya lembaga akademik dan sekolah yang menggunakan kedua bahasa tersebut.

Nama pertama adalah nama genus yang ditulis dengan awalan kapital, dan nama spesies sebagai nama kedua. Misalnya saja nama bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus adalah nama genusnya dan aureus merupakan nama spesies organismenya.

Penemuannya yang lain yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang dikenal sebagai taksonomi linnaeus. Sistem ini membagi makhluk hidup berdasarkan hierarki khusus. Dimulai dari Kerajaan, Kelas, Ordo, Genera, dan Spesies.

10. Al Jahiz (776 - 868)

Salah satu halaman kitan al hawayan karya ilmuwan muslim Al Jahiz
Salah satu halaman dalam Kita Al Hawayan yang mendeskripsikan mengenai jerapah. Sumber gambar: Wikimedia

Nama lengkapnya adalah Abū ʿUthman ʿAmr ibn Baḥr al-Kinānī al-Baṣrī. Tapi orang-orang lebih mengenalnya sebagai Al Jahiz. Pria keturunan Afrika Arab ini adalah seorang cendekiawan muslim yang menulis berbagai buku seputar sastra, biologi, filsafat, zoologi, sejarah, dan politik.

Awal kehidupan Al Jahiz kurang diketahui. Tapi yang jelas ia lahir dan besar di Kota Basra. Dalam salah satu bukunya, ia juga menegaskan diri sebagai keturunan Arab dari Suku Kinanah.

Kontribusinya dalam bidang biologi yaitu menerbitkan Kitab al-Hayawan. Kitab ini terdiri atas tujuh jilid dan menggambarkan 350 spesies dengan cara yang puitis. Menurut Conwey Zirkle, botanis dan sejarawan sains berkebangsaan Amerika, kutipan dari kitab al-Hayawan dalam tulisannya mengenai sejarah sains adalah yang paling relevan yang ia temukan dari ilmuwan Arab.

Dalam buku ini pula, Al Jahiz mendeskripsikan teori evolusi yang serupa dengan Darwin. Menurutnya para hewan selalu berjuang untuk bertahan hidup, bertransformasi menjadi spesies, dan mengatasi berbagai masalah seputar lingkungannya.

11. Charles Darwin (12 February 1809 - 19 April 1882)

Foto Charles Darwin
Sumber gambar: Wikimedia

Nama Charles Robert Darwin begitu dikenal berkat teori evolusi yang dikemukakannya. Pemikiran mengenai teori ini sebenarnya sudah lama berada di benak Darwin. Bahwa setiap spesies saling berhubungan dan berasal dari satu keturunan yang sama, hanya saja dalam perjalanannya terjadi perubahan genetik.

Namun bagaimana proses itu terjadi, dirinya masih belum mengetahuinya. Hingga Darwin membaca tulisan  Thomas Malthus yang menjelaskan mengenai persaingan manusia mencari makan akibat populasi manusia yang lebih banyak dibanding makanan.

Ia menghubungkan gagasan Malthus dengan sejumlah temuannya, mulai dari fosil hingga binatang yang dijumpai ketika melakukan ekpedisi Beagle. Dari sinilah gagasan mengenai hukum seleksi alam lahir. Di mana setiap makhluk hidup berevolusi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungannya.

Kemudian ia menuangkan pemikirannya ini ke dalam buku berjudul  On the Origin of Species yang terbit pada tahun 1859. Pada mulanya Darwin sempat ragu menerbitkan buku tersebut. Namun berkat dorongan rekannya, Alfred Russel Wallace, akhirnya buku tersebut terbit dan langsung menuai kontroversi. Meski di dalamnya tidak ada pembahasan mengenai evolusi manusia.

Berkat gagasannya itu, Darwin dianggap sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam sejarah manusia. Bahkan sebagai penghormatan baginya, dia dimakamkan di Westminster Abbey, gereja pengangkatan raja dan ratu Inggris serta tempat pemakaman mereka.

12. Rosalind Franklin (25 Juli 1920 - 16 April 1958)

Foto Rosalind Franklin sang penemu struktur DNA


Rosalind Franklin adalah seorang ilmuwan wanita asal Inggris yang meneliti tentang struktur DNA bersama dengan Francis Crick, James Watson, dan Maurice Wilkins. Namanya melambung berkat karyanya berupa gambar difraksi sinar X, terutama foto 51.

Karyanya ini sempat menimbulkan kontroversi. Kontroversi ini dimulai dari konflik dengan rekannya Maurice Wilkins. Akibatnya Wilkins mengungkapkan informasi penelitian mereka tanpa sepengetahuan Franklin.

Padahal mereka tengah bersaing dengan ilmuwan James Watson, yang mengerjakan model DNA tersendiri bersama Francis Crick di Cambridge. Di mana Watson dan rekannya berhasil menyelesaikan model mereka dan mendapatkan hadiah Nobel berkat bocoran Wilkins.

Ketika Watson menerbitkan model DNA miliknya di majalah Nature pada April 1953, ia bahkan menyematkan catatan kaki yang ditujukan kepada Franklin dan Wilkins atas ‘stimulasi pengetahuannya’. Padahal hasil kerja mereka berasal dari foto dan penelitian Franklin.

13. Frederick Sanger (13 Agustus 1918 - 19 November 2013)

Frederick Sanger sang ilmuwan biologi


Sanger adalah seorang biokimiawan dan salah satu dari empat ilmuwan yang berhasil mendapatkan hadiah Nobel sebanyak dua kali. Hadiah Nobel pertama dianugerahkan untuk penemuan penentuan struktur asam amino dalam protein. Ia menghabiskan penelitian selama delapan tahun menggunakan reagen (pereaksi kimia) untuk memecah insulin menjadi asam amino.

Hadiah Nobel yang kedua didapatkan karena kontribusinya dalam menentukan urutan asam nukleat. Namun ia harus berbagi penghargaan ini dengan rekannya Walter Gilbert,  dan Pau Berg yang mengerjakan penelitian biokimia asam nukelat yang berkaitan dengan DNA rekombinan.

Prestasi Sanger tidak hanya ini. Di luar penghargaan Nobel, ilmuwan biologi ini juga berhasil menyabet sederet penghargaan internasional bergengsi, seperti Royal Meda, Copley Medal, Order of Merit, dan lain sebagainya.

14. Antonie van Leeuwenhoek (24 October 1632 - 26 August 1723)

Bapak biologi dan mikrobiologi Antonie van Leeuwenhoek
Sumber gambar: Wikimedia

Antonie Philips van Leeuwenhoek adalah seorang ilmuwan biologi asal Belanda. Ia dianggap representasi dari zaman keemasan ilmu pengetahuan dan teknologi Belanda (tahun 1590 - 1720-an) berkat karyanya di bidang mikroskop dan kontribusinya terhadap pembentukan mikrobiologi sebagai disiplin ilmu.

Dengan menggunakan mikroskop buatan tangannya, ia mengamati dan menggambarkan mikroorganisme yang awalnya disebut sebagai animalcules (binatang kecil dalam bahasa latin). Selain itu, ia juga mendokumentasikan pengamatan mikroskopik pertama terhadap serabut otot, bakteri, spermatozoa, dan aliran darah di kapiler.

Hal yang menarik dari Leeuwenhoek ialah dia tidak pernah menulis buku, berbeda dengan ilmuwan pada umumnya. Penemuannya terungkap setelah korepondensinya dengan Royal Society dipublikasikan. Leeuwenhoek dinobatkan sebagai bapak biologi dan pelopor mikrobiologi atas jasa-jasanya.

****

Itulah daftar ilmuwan biologi terhebat yang pernah tercatat dalam sejarah. Penemuan-penemuan mereka berhasil mengubah dunia dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sains atau artikel lain dari raSains.

Sumber foto sampul: BRICK 101

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »