11 Hoax Seputar Anjing yang Banyak Dipercayai Orang

ekspresi anjing lucu dengan background berwarna hitam


raSains.com Apa jadinya jika sebagian besar fakta seputar anjing yang selama ini kamu percayai ternyata adalah hoax? Jelas banyak orang yang akan terkejut. Apalagi sebagian besar di antaranya telah menjadi ‘kepercayaan umum’.

Misalnya saja mengenai anjing yang hanya bisa melihat warna hitam dan putih, hingga kepercayaan mengenai anjing yang suka dipeluk oleh manusia. Sayangnya hal-hal tersebut hanyalah mitos belaka alias hoax. 

Sejumlah riset dan para ahli berhasil membongkar kumpulan hoax tersebut. Setidaknya sampai saat ini sebelas fakta hoax seputar anjing yang berhasil dikuak. Apa saja itu?

1. Anjing itu buta warna 

foto anjing dari depan dengan background putih
Sumber gambar: Pexels

Fakta nomor satu yang paling banyak dipercaya orang: anjing itu buta warna. Mereka hanya bisa melihat dunia dalam warna hitam dan putih, seperti televisi kuno. Banyak film yang memuat hal ini, misalnya Cat vs Dog, meski fakta ini ternyata keliru.

Memang kemampuan mata anjing lebih terbatas melihat warna dibanding manusia. Namun tidak berarti mereka hanya bisa melihat ‘dunia hitam dan putih’. Pasalnya para anjing juga dapat melihat spektrum warna kuning, biru, dan violet.

Penyebabnya karena mata anjing dan manusia sama-sama memiliki dua jenis fotoreseptor dalam kornea mereka. Secara sederhana, fotoreseptor merupakan sel saraf retina yang berfungsi untuk merespon rangsangan cahaya. Ada dua jenis fotoreseptor, yaitu sel batang yang digunakan ketika cahaya rendah, dan sel kerucut yang merespon cahaya terang dan warna.

Hanya saja sel batang anjing lebih banyak, sehingga memudahkan mereka melihat dalam malam hari. Sebaliknya mata manusia mengalami fovea (depresi mata ringan pada kornea) yang membuat kita bisa melihat visual dengan detail dan tajam, namun ketajamannya begitu kurang dalam cahaya yang minim.

2. Mengibaskan ekor adalah tanda bahagia

Foto anjing yang sedang berlari dengan bahagia di tepi pantai
Sumber gambar: Pexels

Benarkah mengibaskan ekor adalah tanda anjing sedang berbahagia? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Pasalnya ada banyak makna yang tersimpan di balik kibasan ekor anjing. Karena itu kamu harus benar-benar jeli dalam memperhatikan bahasa tubuh mereka.

Misalnya saja ketika anjing kamu mengibaskan ekor dalam posisi berdiri tegak. Itu berarti anjing kamu sedang mewaspadai sesuatu. Sebaliknya jika anjing kamu terlihat rileks sambil menggoyangkan ekor, bisa jadi ia tengah merasa senang.

Untungnya, bahasa ini tidak sepenuhnya mutlak. Artinya meski anjing kamu diam dan tidak menggoyangkan ekornya, bisa saja ia sedang merasa senang.

3. Makin besar ukuran tubuh, makin panjang umurnya

Foto anak anjing lucu di dalam cangkir polkadot
Sumber gambar: Pexels

Sekilas fakta ini memang benar. Mamalia yang berukuran lebih besar memiliki umur yang jauh lebih panjang dibanding mereka yang bertubuh kecil. Alasan ilmiah di baliknya ialah penggunaan energi yang lebih efisien.

Di mana sel tubuh mamalia berukuran besar bergerak lebih lambat, sehingga mampu bertahan lebih lama. Sebaliknya sel tubuh mamalia bertubuh kecil lebih cepat mati karena gerakannya yang lebih cepat.

Sebagai perbandingan, mamalia terkecil di dunia, kelelawar bumblebee, hanya mampu bertahan hidup lima hingga sepuluh tahun. Bandingkan dengan mamalia berukuran besar yang bisa berumur sampai sembilan puluh tahun.

Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada anjing. Aneh tapi nyata. Makin kecil ukuran anjing, makin panjang umur mereka. Di mana ras anjing kecil mampu hidup hingga usia dua belas sampai empat belas tahun, dan ras anjing besar hanya mampu bertahan hingga umur lima sampai delapan tahun. Lho kok bisa?

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal The American Naturalist, penyebab keanehan ini dikarenakan anjing berukuran besar mengalami penuaan dini. Penelitian ini melibatkan 74 ras anjing dan lima puluh ribu ekor anjing, termasuk kapan dan bagaimana mereka mati.

Sedangkan penelitian lain yang dirilis di NCBI mengungkapkan fakta mengenai kerentanan anjing besar terhadap berbagai macam penyakit dan masalah kesehatan lain. Selain itu, ada kemungkinan hal ini disebabkan karena kemunculan ras anjing baru yang dilakukan oleh manusia, bukan karena seleksi alam.

4. Menghitung umur anjing dengan perhitungan umur manusia

bayi lucu memberikan hadiah kepada anjing peliharaannya
Credit: Sebastien Garnier

Bagaimana cara menghitung umur anjing yang tepat? Jawaban pertanyaan ini gampang-gampang susah. Mengingat pertumbuhan anjing pada dua tahun pertama berlangsung sangat cepat, dan selanjutnya melambat.

Sejumlah dokter hewan menggunakan hitungan khusus. Di mana pada tahun pertama, usia anjing dihitung 12 tahun. Jadi ketika menginjak tahun kedua, usia anjing kamu sama seperti manusia yang berumur 24 tahun. Setelah anjing memasuki usia ketiga dan seterusnya, cukup ditambahkan 4 tahun.

Sayangnya perhitungan di atas masih kurang tepat. Pasalnya setiap ras anjing memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Berdasarkan data dari Priceonomics, pada tahun pertama usia para anjing berkisar 14 hingga 15 tahun, dan secara bertahap melambat hingga tahun keempat.

Setelah memasuki tahun kelima, ras anjing sedang hingga kecil cukup ditambahkan empat hingga lima tahun. Sedangkan ras anjing besar tujuh hingga delapan tahun.


5. Anjing tidak bisa menonton TV

foto hitam putih anjing yang berdiri di atas televisi di tepi pantai
Credit: Dan Masa

Hoax yang kelima adalah anjing tidak bisa menonton televisi. Karena para anjing sebetulnya menikmati televisi dengan cara mereka sendiri. David Williams, ahli mata Cambridge Vet School, menjelaskan bagaimana cara kerja mata ketika melihat film atau televisi.

“Ketika kita melihat televisi atau film di bioskop, kita melihat aliran gambar. Terlihat ‘mengalir’ karena mata kita tidak memperhatikan perubahan dari satu gambar ke gambar berikutnya,” kata David seperti dikutip dari The Naked Scientists.

Ia juga menambahkan jika televisi dan film kuno hanya mampu menghasilkan 24 frame perdetik. Frame sekecil itu terlihat mengalir karena manusia memiliki ‘frekuensi fusi kedipan’ sekitar enam belas ampai dua puluh frame per detik. Sementara frekuensi anjing jauh lebih tinggi.

“Mungkin 40 sampai 80 frame per detik,” kata David.

Oleh karena itu, anjing hanya dapat melihat ‘patahan gambar’ yang ditampilkan televisi tabung. Lalu bagaimana dengan televisi modern? Tingginya jumlah frame yang ditampilkan televisi plasma menjamin anjing dapat menikmati film. Apalagi terdapat sejumlah bukti mengenai reaksi anjing terhadap gambar di televisi plasma. 

5. Hidung basah adalah tanda anjing yang sehat

foto ekspresi anjing yang bahagia tampak muka
Sumber gambar: Pexels

Banyak yang berpikir jika hidung anjing yang basah adalah tanda dia sehat, dan jika kering dan hangat pertanda jika sakit. Pasalnya suhu hidung anjing berubah-ubah setiap waktu, bisa disebabkan lingkungan atau hal lainnya. Di sisi lain seekor anjing bisa sangat sehat dan memiliki hidung yang kering dan hangat.

Menurut Steven Mark, profesor perawatan kritis dan pengobatan dalam dari North Caroline State University, keringnya hidung bisa disebabkan karena dehidrasi.

“Pada anjing yang tengah mengalami dehidrasi, ya, hidung mungkin kering,” katanya. “Tapi anjing bisa memiliki hidung lembab karena mereka sehat, dan mereka memiliki bindeng ketika hidung mereka sakit, ini bukan tanda yangbisa diandalkan.

6. Anjing suka dipeluk 

Foto anak kecil memeluk anjing peliharannya di taman
Credit: Donnie Ray Jones

Banyak pecinta anjing yang termakan hoax ini. Bisa jadi kamu salah satu di antaranya. Bagi manusia, tindakan memeluk sesuatu merupakan representasi dari emosi cinta. Jika kamu suka sesuatu, pasti kamu suka memeluknya.

Hal inilah yang mendasari pikiran kita mengenai anjing suka dipeluk. Apalagi para anjing pun terlihat senang diperlakukan seperti ini. Sayangnya ini adalah pemahaman yang salah kaprah.

Berdasarkan data yang dimuat di Psychology Today, anjing ternyata tidak suka dipeluk. Ini dikarenakan anjing adalah binatang cursorial (didesain untuk berlari). Artinya ketika anjing merasa terancam atau stres, langkah pertama yang bakal mereka lakukan yaitu kabur.

Ketika kamu memeluk anjing, kamu secara tidak langsung telah merampas sifat alami mereka. Stanley Coren, Ph.D., FRSC, profesor psikologi di University British of Colombia, menuliskan analisa sejumlah foto anjing yang sedang dipeluk.

Berdasarkan analisanya, sejumlah tanda kecemasan terlihat pada anjing-anjing tersebut. Beberapa di antaranya yaitu mengalihkan pandangan dari apa yang mengganggunya, telinga turun, hingga menjilat bibir.

7. Anjing besar lebih agresif dibanding anjing kecil

foto anjing hitam sedang menyalak galak
Sumber gambar: Pexels

Anjing besar atau kecil, manakah yang paling agresif? Kebanyakan dari kita akan menjawab anjing besar. Ya, asosiasi kegalakan anjing memang lekat dengan ukurannya. Padahal kepercayaan ini hanyalah mitos.

Ukuran tidak menentukan tingkat keagresifan seekor anjing. Malahan anjing yang lebih kecil jauh lebih galak. Priyanka Habib, salah satu pembaca BBC, mengamini hal ini. “Makin kecil mereka, makin berisik dan gila,” katanya.

Daniel Mills, ahli perilaku anjing dari Lincoln University, mencoba menjelaskan fenomena ini. Menurutnnya kebanyakan orang mungkin memaksakan perilaku tertentu yang menggangu perilaku para anjing berukuran mungil, misalnya saja dengan membawa-bawa anjing dalam tas anjing.

Selain itu, banyak orang yang tidak sadar akan bahasa tubuh anjing berukuran kecil. "Ketika berinteraksi dengan anjing kecil, kita mungkin kurang menyadari tanda-tanda awal agresi seperti menatap, sedangkan jika seekor anjing besar terus menatap, kita akan berpikir 'saya tidak akan mendekatinya'," kata Mills.

8. Kita tidak bisa mengajari trik baru kepada anjing yang tua

Foto anjing tua yang kelelahan
Credit: United Light Studios

Anjing tua tidak bisa belajar trik baru? Tunggu dulu, kata siapa mereka tidak bisa? Pada dasarnya anjing muda dan tua sama-sama mampu belajar trik baru. Hanya saja anjing tua membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Alasannya karena perubahan sensorik. Di mana anjing yang lebih tua tidak segesit dulu plus kemampuan penglihatan dan pendengaran mereka telah menurun. Namun tidak berarti mereka tidak bisa belajar trik baru. Kamu hanya membutuhkan metode yang tepat untuk melatih mereka saja.

Pertama, pastikan kamu mendapatkan perhatian mereka. Kamu bisa memanfaatkan mainan atau makanan favorit mereka sebagai daya tarik latihan. Langkah kedua yaitu memastikan aktivitas yang akan dijalani tidak terlalu menuntut fisik.

Terakhir, pastikan anjing peliharaan kamu tidak mengalami disfungsi kognitif (kepikunan). Pasalnya disfungsi ini membuat anjing kamu tidak bisa mempertahankan informasu baru dengan baik. Akibatnya mereka susah belajar trik baru. Dengan kata lain, kamu bisa mengajari anjing tua namun tidak bagi yang pikun.

10. Anjing makan rumput saat mereka sakit

Anak anjing berebut makanan di antara rerumputan
Credit: Stephen Kruso

Bagi kamu yang memelihara anjing, pasti tidak heran dengan perilaku anjing yang kadang-kadang memakan rumput. Mereka akan terus melakukan itu hingga muntah. Karena itu banyak yang mengira jika anjing makan rumput adalah pertanda jika ia sedang sakit.

Padahal ada banyak alasan para anjing melakukan hal itu, dan sakit tidak termasuk di antaranya. Pasalnya menurut sejumlah ahli, kurang dari sepuluh persen anjing yang makan rumput jatuh sakit. Hal ini membuktikan jika fakta mengenai anjing makan rumput saat sakit adalah hoax.

Alasan anjing makan rumput juga dapat disebabkan kondisi yang disebut pica. Kondisi ini memaksa hewan untuk mengonsumsi sesuatu  yang mengandung nutrisi dan mineral. Pica juga bisa disebabkan kebosanan. Sedangkan alasan lainnya yaitu faktor teritorial, dan sekedar ingin mencoba rasa rumput.

11. Makan bacon tidak masalah

Foto bacon khas Amerika Serikat yang ternyata berbahaya bagi anjing
Credit: cyclonebill

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anjing tidak boleh diberi cokelat. Tapi hanya sedikt orang yang tahu bahwa banyak produk makanan manusia lainnya yang berbahaya bagi anjing, misalnya bacon. Kamu mungkin mengira jika bacon yang terbuat dari daging aman untuk anjing.

Sayangnya hal ini tidaklah benar. Kandungan lemak yang tinggi pada bacon dapat berakibat buruk bagi kesehatan anjing, seperti radang pakreas yang dikenal juga sebagai pankreatitis. Padahal pankreas memegang peran penting dalam memastikan tubuh menyerap dan mencerna makanan. Jika organ ini terganggu, maka proses pencernaan makanan bakal bermasalah.

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar flora dan faunadan alam semesta atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar: Pexels

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »