10 Kiamat yang Pernah Terjadi di Bumi Pada Jaman Prasejarah

asteroid raksasa yang memicu kiamat di bumi pada jaman prasejarah


raSains.com - Usia Bumi sudah sangat tua, mencapai 4,5 miliar tahun. Selama itu, planet ini berulang kali mengalami bencana besar. Di mana semua bencana itu dapat disebut sebagai ‘kiamat’, mengingat skala dampaknya yang sangat luas.

Untungnya, kiamat-kiamat itu terjadi pada jaman prasejarah. Ribuan hingga jutaan tahun yang lalu. Sebelum era dinosaurus berjaya hingga awal peradaban umat manusia. Jika ditotal, setidaknya Bumi pernah mengalami kiamat sebanyak sepuluh kali. Berikut daftar lengkapnya:

1. Younger Dryas

ilustrasi perubahan iklim yang terjadi di Bumi
Sumber gambar: Pixabay

Younger Dryas adalah fenomena perubahan iklim yang sangat mendadak. Peristiwa ini terjadi di penghujung jaman es, sekitar 12.900 sampai 11.700 tahun yang lalu. Nama Dryas sendiri berasal dari bunga dryas octopetala yang tumbuh di cuaca dingin, dan mudah ditemukan di Eropa.

Perubahan iklim mendadak ini memiliki andil dalam kepunahan ribuan spesies tumbuhan dan hewan, termasuk spesies mammoth. Sayangnya penyebab kejadian ini masih diselubungi misteri, namun sejumlah ilmuwan percaya jika tubrukan asteroid adalah biang keladinya.

Salah satunya yaitu James Kenneth, geolog dari Universitas California. Ia berhasil menemukan sisa material asteroid di sejumlah lokasi yang diperkirakan berasal dari 12.835 sampai 12.735 tahun yang lalu. Temuan ini menguatkan hipotesis jika peristiwa Younger Dryas berhubungan dengan jatuhnya asteroid. 

2. Storegga Slide


Ribuan tahun yang lalu Inggris adalah daratan yang menyatu dengan Benua Eropa. Namun sebuah tsunami raksasa memisahkannya dari benua biru. Apakah kamu bisa membayangkan kengerian dan kedasyatan bencana alam tersebut?

Kiamat ini dimulai dari longsoran sedimen peninggalan Jaman Es yang ada di bawah laut. Letaknya di tepi landas kontinen Norwegia. Kejadian ini memicu gelombang tsunami setinggi 20 meter di Samudera Atlantik Utara.

Sejumlah wilayah yang tersapu gelombang tsunami yaitu Inggris, Norwegia, Islandia, Greenland, Pulau Faroe, hingga Teluk Denmark. Bencana ini mengakibatkan tenggelamnya daerah tundra yang menjadi tempat tinggal mammoth.

Tidak hanya itu, Storegga Slide juga mengubah kondisi geografis Inggirs, membuatnya terpisah dari Benua Biru. David Smith, ahli geologi asal Oxford University, mengatakan peristiwa ini berlangsung sangat cepat.

“Siapapun yang berdiri di sana pasti tidak akan bisa mengingatnya, karena begitu cepatnya,” kata Smith, seperti dikuti dari BBC

3. Gamma-Ray Bursts (GRBs)

ilustrasi ledakan supernova yang memancarkan sinar gamma ke Bumi
Sumber gambar: Wikimedia

Manusia akan lenyap dari muka Bumi seandainya Gamma-Ray Bursts terjadi sekarang. Peristiwa ini bukanlah bencana biasa. Di mana pemicunya ialah ledakan supernova bintang raksasa.

Ledakan ini membuat sinar gamma memancar ke seluruh penjuru alam semesta. Kekuatannya diperkirakan sama dengan yang dipancarkan matahari selama sepuluh ribu tahun. Hal yang paling mengerikan yaitu pancaran sinar ini hanya berlangsung sepersekian milidetik hingga satu menit saja!

Namun dampak yang diakibatkannya tidak main-main, yakni kiamat bagi penghuni Bumi. Kepunahan masal invertebrata pada Periode Ordovician disebabkan bencana maha dasyat ini. Padahal di masa itu, invertebrata adalah makhluk hidup yang paling dominan di Bumi.

Diperkirakan enam puluh persen invertebrata laut musnah, dan yang tinggal di darat terbakar akibat paparan sinar ultraviolet. Namun kengerian ini tidak berhenti sampai di sini. Bencana kelaparan akibat rusaknya rantai makanan menunggu siapapun yang berhasil selamat. Benar-benar sebuah ‘kiamat’!

Eleonora Troja, asisten riset di Departemen Astronomi Universitas Maryland, memiliki penjelasan yang lebih mudah untuk menggambarkan kedasyatan ledakan supernova tersebut.

“Jika ledakan di alam semesta dinilai berdasarkan kekuatannya, maka ledakan sinar gamma ini berada di posisi kedua, tepat di belakang Big Bang,” katanya, seperti dikutip dari Science Daily.

4. Black Sea Deluge

ilustrasi kapal nabi nuh saat banjir besar lima ribu tahun yang lalu
Credit: Joe More

Pada jaman dahulu, dunia pernah kiamat akibat banjir bandang. Hanya mereka yang menaiki bahtera yang berhasil selamat. Begitulah kisah banjir besar Nabi Nuh yang dikisahkan tiga agama Samawi; Yahudi, Kristen, dan Islam.

Dari kisah ini, sejumlah ilmuwan mengajukan hipotesis Black Sea Deluge pada tahun 1997. Hipotesis ini menerangkan jika kiamat di era Nabi Nuh terjadi di sekitar Laut Hitam. Tepatnya sekitar tahun 5600 sebelum masehi.

Di mana saat itu level air di Laut Hitam meningkat drastis akibat luapan dari Laut Mediterania. Air bah yang datang menggenangi ‘ceruk’ daratan seluas 155.000 kilometer persegi.

Kiamat ini terus berlangsung selama lebih kurang tiga ratus hari. Di mana setiap harinya air yang mengalir mencapai 40 kilometer kubik atau dua ratus kali dari Air Terjun Niagara. Hipotesis ini sukses menarik sejumlah ilmuwan untuk melakukan penelitian lebih lanjut di Laut Hitam.

Sejak saat itu, sejumlah proyek penelitian dicanangkan untuk membuka tabir misteri dalam kisah Nabi Nuh. Beberapa proyek tersebut di antaranya yaitu European Project ASSEMBLAGE, Noah Project, dan proyek penelitian lintas disiplin yang didanai oleh UNESCO serta International Union of Geological Sciences.

5. Lunar Cataclysm

ribuan asteroid jatuh ke Bumi dalam peristiwa Lunar Cacalysm
Sumber gambar: Pixabay

Lunar cataclysm, dikenal juga sebagai late heavy bombardment, adalah peristiwa hujan asteroid yang berangsung selama jutaan tahun. Diperkirakan peristiwa ini terjadi pada 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu, saat Bumi masih sangat muda.

Fakta ini terkuar dari penelitian terhadap batu bulan dengan menggunakan teknik kimia ‘sidik jari’, dan radiometrik. Pasalnya sisa-sisa bencana Lunar Catalysm di Bumi sudah sulit ditemukan. Karena telah terhapus erosi dan pergeseran lempeng Bumi.

Sejumlah hipotesis mengenai penyebab peristiwa Lunar Catalysm pun diajukan oleh para ilmuwan. Misalnya keberadaan Planet V yang mengorbit di antara Mars dan sabuk asteroid yang kemudian ‘dimakan’ matahari, migrasi planet-planet raksasa di Tata Surya, hingga puing-puing tubrukan antar planet dalam. Namun penyebab pasti kiamat ini masih menjadi misteri.

6. Chicxulub

asteroid yang jatuh ke Bumi ini memusnahkan semua dinosaurus yang hidup di era prasejarah
Credit: qingqing3

Chicxulub disebut-sebut sebagai kiamatnya para dinosaurus. Para binatang purba ini harus lenyap dari Bumi akibat hantaman asteroid berukuran 10 kilometer pada periode akhir Kapur-Paleogene, sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Hantaman asteroid ini menciptakan mega tsunami setinggi seratus meter yang menyapu daratan Amerika. Debu, uap, dan awan panas yang timbul akibat jatuhnya asteroid langsung membumbung tinggi ke atmosfer dalam waktu kurang dari satu detik.

Akibatnya, sinar matahari tidak bisa mencapai permukaan Bumi. Suhu udara pun langsung anjlok drastis. Hal ini membuat tanaman berfotosintesis dan mati. Langkah pertama dalam kerusakan rantai makanan para dinosaurus.

Kiamat ini berhasil memusnahkan 75 persen binatang dan tumbuhan di Bumi, termasuk semua dinosaurus non unggas. Benar-benar malapetaka yang sangat mengerikan.

7. ‘The Great Dying’

ilustrasi peristiwa the great dying jutaan tahun lalu
Sumber gambar: Pixabay

The Great Dying’ adalah istilah yang merujuk pada peristiwa kepunahan masal terbesar yang pernah terjadi di Bumi. Kiamat ini terjadi jutaan tahun sebelum dinosaurus hidup, tepatnya pada akhir era Permian.

Setidaknya sembilan puluh persen makhluk hidup di era tersebut mati. Di mana yang berhasil bertahan hanyalah sebagian kecil tumbuhan dan binatang air.

Berdasarkan sisa-sisa geologi, penyebab kiamat ini ialah erupsi raksasa yang menyebabkan ‘banjir basal’. Bencana ini berbeda dengan letusan gunung berapi, karena tidak lava tidak keluar dari ‘corong’ gunung, melainkan muncul dari permukaan Bumi.

Diperkirakan permukaan Bumi yang tertutup luapan basal mencapai tiga juta kilometer kubik. Gilanya semua itu bertahan selama jutaan tahun! Akibatnya karbon dioksida dan sulfur yang dilepaskan meracuni atmosfer, dan secara bertahap mengubah iklim Bumi.

8. Shiva Impact

Ilustrasi asteroid yang akan jatuh ke Bumi yang akan menimbulkan Shiva Impact
Sumber gambar: Pixabay

Meski banyak ilmuwan yang percaya jika kepunahan dinosaurus disebabkan tragedi Chicxulub, namun baru-baru ini muncul sebuah hipotesis baru. Hipotesis ini menjabarkan jika sebenarnya ada dua asteroid yang menabrak Bumi.

Asteroid pertama berukuran 10 kilometer dan dikenal sebagai Chicxulub. Sedangkan yang kedua dinamakan Shiva Impact dan terjadi tiga ratus tahun setelah Chicxulub. Ukuran asteroidnya juga jauh lebih besar, yakni  40 kilometer.

Berkat ukurannya yang besar, tubrukan asteroid ini berhasil menciptakan kawah seluas 480 kilometer di barat garis pantai India. Kawah tersebut dinamakan Shiva Crater yang diambil dari nama dewa kehancuran dalam agama Hindu.

Keberadaan hipotesis baru ini membawa pemahaman baru mengenai kepunahan dinosaurus di akhir Periode Kapur. Meski begitu, hipotesis Shiva Impact menuai kritik tajam dari sebagian besar ilmuwan. Di mana mereka lebih mempercayai hipotesis Chicxulub sebagai penyebab punahnya binatang purba.

9. Theia Impact

Ilustrasi Theia Impact berupa tabrakan bumi dengan planet lain berukuran setengah Mars
Sumber gambar: Wikipedia

Bulan memiliki sejumlah fakta aneh tapi nyata. Salah satunya yaitu asal muasal satelit Bumi tersebut. Sebenarnya darimana Bulan berasal?

Para ilmuwan berlomba-lomba menemukan jawaban pertanyaan ini dengan memunculkan beragam analisa menarik. Di mana yang paling dipercaya adalah teori Theia Impact yang dikenal juga dengan nama Giant-Impact Hypothesis atau Big Splash.

Berdasarkan teori ini, Bulan berasal dari tabrakan Bumi dengan benda luar angkasa berukuran setengah Planet Mars. Tubrukan ini begitu dasyat, hingga keduanya menyatu. Sedangkan puing-puingnya berubah menjadi Bulan.

Peristiwa luar biasa ini terjadi sekitar dua ratus hingga tiga ratus juta tahun setelah Tata Surya terbentuk. Sampai saat ini, para ilmuwan telah berhasil mengumpulkan bukti yang menguatkan Theia Impact yaitu:
  1. Putaran Bumi dan orbit Bulan memiliki kecepatan yang sama.
  2. Sampel batu yang diambil dari Bulan menunjukan jika miliaran tahun yang lalu permukaan satelit Bumi ini pernah cair.
  3. Bulan memiliki inti besi yang relatif kecil serta kepadatan yang lebih rendah dibanding Bumi.
  4. Adanya peristiwa yang sama persis di galaksi lain.
  5. Hipotesis ini konsisten dengan teori pembentukan Tata Surya.


10. The Great Oxygenation

ilustrasi planet bumi terbakar
Sumber gambar: Pixabay

Oksigen adalah unsur paling melimpah di alam semesta. Kandungan ini juga dibutuhkan sebagian besar makhluk hidup untuk melakukan metabolisme. Namun tahukah kamu jika keberadaan oksigen di Bumi ternyata diawali oleh sejarah kelam?

“Oksigen pertama diproduksi 2,7 miliar hingga 2,8 miliar tahun yang lalu,” kata ilmuwan Dick Holland, seperti dikutip dari Scientific American.

Ketika itu Bumi hanya didiami mikro organisme anaerobik. Di mana sebagian besarnya menggunakan sulfat untuk bertahan hidup. Namun ada satu mikro organisme air yang tidak melakukan hal ini, yakni sinobakteri.

Dibanding memanfaatkan sulfur, organisme ini malah menggunakan air, sinar matahari, dan karbon dioksida untuk memenuhi kebutuhannya. Proses ini disebut sebagai fotosintesis dengan oksigen sebagai keluarannya.

Namun karena pada saat itu tidak ada oksigen bebas di atmosfir, maka oksigen yang dihasilkan sionabakteri terperangkap dalam gelembung air atau terikat dengan mineral besi. Ketika jumlahnya makin banyak dan tidak tertampung, oksigen terlepas ke udara dan lautan. Inilah awal mula berlimpah di Bumi.

Sayangnya oksigen adalah racun bagi anaerobik. Meningkatnya jumlah oksigen di Bumi berarti ancaman keberlangsungan hidup anaerobik. Tidak perlu waktu lama hingga kiamat pertama di Bumi terjadi: kepunahan sebagian besar anaerobik.

Sementara itu kehidupan sionabakteri juga mengalami terancam. Jumlah oksigen yang makin banyak membuat metana di Bumi berkurang. Padahal metana berguna untuk menjaga Bumi tetap hangat. Efeknya suhu Bumi turun drastis dan mengancam populasi sionabakteri.

Di tengah-tengah keputusasaan, muncul sejumlah organisme yang menggunakan oksigen untuk mempertahankan kehidupannya. Dari sinilah tanaman mikroskopis tumbuh dan berkembang.

****

Itulah sejumlah kejadian dasyat yang pernah terjadi di Bumi. Jadi jika ada teman kamu yang bertanya, “berapa kali Bumi pernah kiamat?” Jawab saja sepuluh kali, dan semuannya terjadi pada jaman prasejarah.

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar planet bumi dan alam semesta atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Pixabay

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »