13 Tipe Gladiator yang Pernah Berlaga di Koloseum Roma

seorang gladiator gallus berhasil memenangkan pertandingan

raSains.com - Gladiator dan koloseum. Kedua hal ini sangat identik dengan peradaban Romawi kuno. Di mana pertandingan gladiator di koloseum, baik melawan manusia maupun binatang buas, menjadi tontonan menarik warga Romawi.

Para petarung arena ini berasal dari berbagai latar belakang, seperti sukarelawan, budak, dan narapidana. Mereka dibagi menjadi berbagai tipe berdasarkan senjata yang digunakan. Tujuannya agar pertandingan yang disuguhkan dapat memuaskan para penonton.

Dari sekian banyak tipe, berikut ini tiga belas tipe gladiator yang tercatat pernah bertanding di koloseum. Kira-kira yang mana favorit kamu?


1. Bestiarii

gladiator bestiarii sedang melawan singa menggunakan tombaknya
Credit: Wikimedia

Dari namanya kamu pasti bisa menebak tipe gladiator ini. Ya, mereka adalah petarung yang khusus melawan binatang buas, seperti harimau, beruang, gajah, dan singa. Binatang-binatang tersebut ditangkap dari Afrika dan Asia kemudian dibawa ke Roma.

Bestiarii sendiri dapat dibagi menjadi dua macam yaitu Damnatio Ad Bestias dan Venatio. Sebenarnya memasukan Damnatio Ad Bestias ke dalam gladiator kurang tepat, pasalnya mereka tidak benar-benar bertarung dengan hewan buas, melainkan menjadi santapan mereka.

Mereka terdiri atas terpidanan mati maupun orang-orang yang berasal dari kelas paling bawah. Tontonan hukuman mati mereka dianggap sebagai bagian dari hiburan koloseum dan ajang pamer kekuasaan politik.

Sebaliknya Venatio merupakan orang yang terlatih membunuh dan menjinakan para binatang buas. Mereka dibekali dengan senjata lengkap, seperti cambuk dan tombak, untuk menghadapi binatang buas.


2. Noxii

seekor harimau bersiap menerkam seorang Noxii
Credit: Wikimedia

Noxii adalah kelompok masyarakat dengan kelas paling rendah, bahkan tidak diakui di era Romawi. Mereka terdiri atas orang-orang kristen, Yahudi, dan para pengkhianat. Di koloseum, kesempatan mereka hidup begitu kecil.

Pasalnya para Noxii sengaja tidak dilatih, dan tidak dibekali dengan peralatan tempur yang memadai. Biasanya mereka hanya diberikan senjata berupa pedang pendek ataupun pentungan.

Pertarungan para Noxii dapat dibagi menjadi tiga. Pertama sebagai peserta Damnatio Ad Bestias. Dengan kata lain hukuman mati di depan publik. Kedua diikutkan sebagai gladiator buta. Terakhir akan bertanding dengan gladiator berpengalaman.

Kematian Noxii di Koloseum merupakan bagian dari hiburan sekaligus peringatan. Bahwa siapapun yang berani menantang penguasa, akan bernasib sama seperti mereka. Mati dengan tragis.


3. Retiarius

gladiator retiarius memegang senjata trisula
Credit: Oliver Hallmann

Gladiator tipe ini lebih mengandalkan kecepatan ketimbang pertahanan. Tidak heran, jika mereka hanya mengenakan sedikit pelindung. Senjata Retiarus berupa jaring, trisula, dan pisau kecil. Lemparkan jaring ke lawan, kemudian bunuh dengan tusukan trisula. Begitulah cara gladiator ini bertempur.

Meski mereka sama-sama menyabung nyawa di arena, namun kehidupan para Retiarius sangat buruk. Tempat tinggal mereka dipisahkan dari barak gladiator lainnya serta dianggap sebagai ‘perempuan’. Jika kamu pernah menonton film Spartacus, maka kamu bisa membayangkan nasib sial macam apa yang dihadapi Retiarius setiap malamnya.

4. Secutor

seorang gladiator secutor tengah berpose
Credit: Hans Splinter

Secutor adalah gladiator yang khusus untuk melawan Retairius. Berbeda dengan Retairius yang mengandalkan kecepatan, Secutor lebih menekankan pada pertahanan. Ciri khasnya adalah baju zirah yang menutupi seluruh tubuh, hanya menyisakan lubang mata, serta bersenjatakan pedang dan tameng besar.

Untuk memenangkan pertandingan, Secutor harus mendekati lawannya secepat mungkin. Sebelum staminanya terkuras habis akibat beban baju zirahnya yang berat. Caranya dengan memanfaatkan tameng untuk menangkal jaring Retairius. Kemudian segera persempit jarak dengan lawannya.

5. Equites

gladiator equites bersiap memasuki arena koloseum
Credit: Alvaro Perez Vilarino

Berbeda dengan gladiator lainnya, Equites adalah satu-satunya petarung arena yang tampil dengan menunggang kuda. Nama Equites berarti pasukan kavaleri atau pengunggang kuda dalam bahasa latin. Bentuk jamaknya adalah Eques. 

Gladiator tipe ini dibekali dua macam senjata, yakni tombak dan pedang gladius. Tombak digunakan ketika ia masih berada di atas kuda. Saat terjatuh, maka ia akan beralih ke pedang. 


6. Provocator

gladiator provocator bersiap menebas musuhnya
Credit: Pixabay

Gladiator tipe ini terbilang unik. Karena mereka hanya bertarung dengan sesama Provocator. Pemilihan lawannya juga melalui tantangan, bukan dipilih penyelenggara layaknya gladiator lain. Oleh karena itu, setiap Provocator selalu dibekali dengan peralatan tempur yang sama.

Peralatan tersebut terdiri atas helm, pelindung dada, tameng, pedang gladius, serta pelindung tangan dan kaki. Hal ini membuat pertandingan antar Provocator berjalan seimbang. Sang pemenang akan ditentukan oleh dua hal, yakni atas dasar kemampuan atau keberuntungan.

7. Gladiatrix

gambar gladiator wanita yang dikenal sebagai gladiatrix tengah bertarung di koloseum
Credit: Dani Vazquez

Catatan mengenai gladiatrix sangat minim. Keberadaannya diketahui dari sejumlah patung dan surat dari gubernur Hostillianus yang berisi kebanggaan karena dirinya memiliki seorang gladiator wanita.

Mereka biasanya berasal dari kelas atas maupun bawah. Di mana para Gladiatrix dengan kelas sosial yang lebih tinggi tidak menerima pelatihan di sekolah gladiator, melainkan berlatih secara privat di Collegia Luvenum.

Sayangnya, sejak tahun 200 Masehi, Kaisar Septimius Severus melarang para petarung wanita ini tampil. Alasannya karena dianggap merusak tatanan sosial masyarakat Romawi.

8. Parmularius

tameng parma dan perlengkapan tempur tentara romawi
Credit: timeyres

Ciri khas Parmularius adalah tameng kecil yang disebut sebagai parma. Ukurannya cukup mungil untuk sebuah tameng, diameternya kira-kira 90 cm. Pada mulanya, parma digunakan oleh tentara Romawi yang tergabung dalam Legionnaires.

Seiring waktu, tameng kecil ini digantikan dengan yang lebih besar. Namun parma masih digunakan oleh tentara kavaleri. Bobotnya yang ringan memudahkan gerakan para tentara berkuda di medan pertempuran.

9. Rudiarius

dua orang gladiator tengah bertanding di arena koloseum
Credit: Hans Splinter

Rudiarius adalah sebutan bagi para gladiator bukan budak. Lalu kenapa para orang merdeka ini rela mempertaruhkan nyawa mereka? Ada dua alasan kenapa mereka melakukannya.

Pertama disebabkan masalah finansial. Para Rudiarius biasanya terlilit hutang, dan terpaksa menjadi gladiator untuk mendapatkan uang besar dalam waktu yang singkat. 

Alasan kedua adalah ketenaran. Banyak mantan gladiator yang kecanduan hal ini. Sehingga memutuskan kembali ke gelanggang untuk mendapatkan popularitasnya kembali.

10. Gallus

dua orang gladiator Gallus tengah bertanding
Credit: marcovdz

Gallus adalah gladiator yang beranggotakan tawanan perang Suku Gaul (Gallia dalam bahasa latin). Tampilan gladiator ini sesuasi dengan yang gambaran yang ada di film-film. Bersenjatakan pedang, tameng besar, dan helm dengan ‘jambul’.

Gaya bertarung Gallus lebih menekankan pada kekuatan lengan dan bahu, ketimbang kecepatan. Mereka biasanya  menggunakan tameng besar untuk menahan serangan lawan, dan menyerang balik dengan pedang pendeknya. Terkadang juga Gallus memanfaatkan kakinya untuk menendang musuhnya.

11. Murmillo

lukisan pertandingan gladiator murmillo
Credit: Carole Raddato

Di masa pemerintahan Augustus, suku Gaul menekan perjanjian dengan Romawi. Dampaknya tipe gladiator Gallus dihapus dan digantikan dengan Murmillo. Perubahan ini sebagai bentuk penghormatan Roma terhadap sekutunya.

Namun pada dasarnya tidak ada perubahan yang signifikan antara Gallus dan Murmillo. Dengan gaya bertarung yang menekankan pada kekuatan otot dan kebrutalan. Lawan-lawan yang dihadapi gladiator tipe ini terdiri atas sesama Murmillo, Retiarus, dan tentara dari legiun lain.

12. Samnite

tiga orang gladiator samnite sedang berjalan ke arena
Credit: Wikimedia

Samnite memiliki persamaan dengan Gallus, yaitu sama-sama tawanan perang. Bedanya, mereka berasal dari wilayah Samnium yang berada di selatan Italia. Mereka diperbolehkan memakai pakaian tempur mereka, lengkap dengan pedang dan tameng bundar ketika bertanding.

Lawan-lawan Samnite adalah para tahanan dari suku lain. Menjadikan pertempuran mereka sebagai ajang pertunjukan gaya bertarung masing-masing suku. Setelah perjanjian damai antara Samnium dan Romawi ditandatangani, gladiator tipe kemudian ini dihapus. Digantikan dengan Hoplomanchus (sejenis Murmillo).

13. Thracian

gladiator thracian bertahan dari serangan lawan
Credit: Pixabay

Sama seperti Samnite dan Gallus, Thracian adalah bekas tahanan perang yang berasal dari tenggara Eropa, sekitar Bulgaria. Perlengkapan tempur mereka terdiri atas tameng bulat, pedang, dan helm lebar dengan simbol Griffin.

Thracian merupakan gladiator yang paling populer dan difavoritkan banyak bangsawan Roma. Bahkan mereka juga memiliki gladiator Thracian andalan masing-masing.

Salah satu Thracian yang paling terkenal sepanjang masa adalah Spartacus. Setelah berulang kali memenangkan pertandingan di arena, Spartacus memutuskan memberontak kepada Romawi. Menentang perbudakan yang tidak manusiawi di sana.

Pemberontakan ini dikenal sebagai Perang Budak Ketiga. Plutrach, sejawaran asal Yunani, menyebut pemberontakan tersebut dengan nama Perang Spartacus dan Perang Gladiator. Setidaknya 120.000 mantan budak, baik petarung maupun non petarung, bergabung.

Perang Budak Ketiga dicatat sebagai pemberontakan paling besar dalam sejarah Republik Romawi. Perang yang terjadi pada 73 – 71 SM ini akhirnya dipadamkan oleh tentara Romawi di bawah pimpinan Marcus Licinus Crassus.


****

Itulah tiga belas gladiator yang tercatat dalam sejarah romawi. Di luar daftar di atas, masih ada juga berbagai macam gladiator yang belum sempat terbahaskan, seperti Sagittarius dan Essedarius.

Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar sejarah dan ragam atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Sixpee2013

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »