Danau Kelimutu, Keajaiban Alam yang Cuma Ada di Nusa Tenggara Timur

Danau tiga warna Kelimutu di Flores Nusa Tenggara Timur

raSains.com - Ada banyak keajaiban alam yang bisa ditemukan di penjuru dunia. Mulai dari air terjun raksasa di Amerika, gunung yang berwarna-warni di Cina, hingga bentangan gurun pasir seluas jutaan kilometer di Timur Tengah.

Setiap tempat di belahan Bumi menyimpan keajaibannya masing-masing. Tak terkecuali Indonesia yang memiliki keajaiban alam berupa danau tiga warna. Kelimutu namanya. Tentunya kamu tidak asing dengan nama ini. Pasalnya Danau Kelimutu pernah muncul di mata uang lima ribu rupiah yang beredar di tahun 90’an.

Namun siapa sangka jika danau ini ditemukan secara tidak sengaja. Penemuanya seorang serdadu Belanda bernama B. van Suchtelen pada tahun 1915. Ketika ia menyusuri Gunung Kelimutu, Suchtelen menyaksikan tiga danau berwarna merah, putih, dan biru.

Nama Kelimutu baru benar-benar populer setelah Y. Bouman menuliskan pesonanya pada tahun 1929. Sejak saat itu ribuan orang berbondong-bondong mengunjungi danau tiga warna untuk menyaksikan pesonanya.

Danau tiga warna yang tiada duanya

Danau tiga warna Kelimutu di Flores Nusa Tenggara Timur
Pemandangan Danau Kelimutu

Danau unik ini terletak di puncak Gunung Kelimutu yang masuk ke dalam wilayah Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Nama Kelimutu berasal dari kata ‘keli’ yang berarti gunung dan ‘mutu’ yang artinya mendidih.

Di sini kamu akan menemukan tiga danau yang memiliki warna berbeda. Danau yang pertama dikenal sebagai Tiwu Muri Koo Fai (danau pemuda dan gadis). Danau ini merupakan yang paling luas dan dalam. Luasnya mencapai 5,5 hektare dengan kedalaman mencapai 127 meter.

Di sebelahnya terdapat Tiwu Ata Polo (danau untuk orang-orang jahat) yang merupakan danau terkecil dengan luas cuma 4 hektare dan kedalaman 64 meter. Tiwu Ata Polo berwarna hitam.

Terakhir ialah Tiwu ata Mbupu (danau orang tua) yang berjarak setengah kilometer dari puncak Kelimutu. Danau berwarna gelap ini memiliki luas sebesar 4,5 hektare dengan kedalaman 67 meter.

Menariknya warna ketiga danau tersebut ternyata sering berganti. Berdasarkan data Balai Taman Nasional Kelimutu dari tahun 1915 sampai 2011, tercatat perubahan warna Muri Koo Fai sebanyak 25 kali, Ata Mbupu 16 kali, dan Ata Polo 44 kali.

Uniknya, warna yang muncul kadangkala campuran. Misalnya pada Mei 1997, warna air Ata Polo berubah menjadi merah hati, sedangkan Muri Koo Fai menjadi putih, dan Mbupu menjadi hijau kecokelatan. Unik kan?

Namun apa yang sebenarnya membuat warna danau ini berubah-ubah?

Jawaban atas pertanyaan ini masih belum jelas. Karena belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Ini membuat beberapa peneliti memiliki jawaban yang berbeda-beda. Mulai dari pantulan cahaya matahari, ganggang, hinga bebatuan yang ada di dasar danau.

Namun penelitian lainnya menyimpulkan perubahan warna Danau Kelimutu disebabkan proses geokimia. Proses inilah yang membuat air danau berwarna-warni.

Mitos dan cerita yang beredar

Danau tiga warna Kelimutu di Flores Nusa Tenggara Timur
Credit: Bryn Pinzgauer

Danau Kelimutu tidak hanya menyimpan pesona alam yang luar biasa, namun juga sejumlah kisah dan mitos. Masyarakat lokal percaya, jika ketiga danau tersebut merupakan tempat bersemayam arwah orang yang telah meninggal.

Arwah orang muda akan mendiami Tiwu Muri Koo Fai, sedangkan Tiwu Ata Mbupu dihuni arwah orang tua. Danau yang terakhir, Tiwu Ata Polo, didiami oleh arwah orang-orang jahat.

Untuk menghormati para arwah, masyarakat Ende rutin menggelar upacara adat Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata setiap tahunnya. Prosesi upacara adat ini dimulai dengan membawa persembahan berupa makanan dan minuman dari desa menuju ke area Danau Kelimutu.

Sebagian persembahan akan ‘diberikan’ kepada roh leluhur yang bersemayam di batu arwah, dan sisanya dinikmati para peserta. Setelah itu, upacara ditutup dengan Tarian Gawi. Semua prosesi upacara Pati Ka dari awal hingga akhir memakan waktu hingga tiga jam.

Di luar kepercayaan tentang arwah, ada satu mitos lagi yang melekat di danau tiga warna ini yaitu soal kiamat. Menurut masyarakat setempat, kiamat akan tiba ketika sekat antara Tiwu Muri Koo Fai dan Tiwu Ata Polo hancur. Terserah mau percaya atau tidak, tapi itulah yang masyarakat Ende yakini.

Tertarik berkunjung kemari?

Untuk kemari kamu bisa menggunakan pesawat terbang langsung dari Kota Kupang. Setelah itu, kamu bisa memilih naik travel atau kendaraan umum.

Jika memilih travel, maka pilihlah jurusan Ende – Maumere. Tarifnya sekitar Rp50.000 sampai Rp60.000. Katakan saja ingin ke Danau Kelimutu. Nantinya kamu bakal diturunkan di Desa Moni. Bagi yang ingin lebih murah, kamu bisa naik bus jurusan Maumere, dan turun di Desa Moni. Tarifnya sangat terjangkau, cuma Rp30.000 saja.

Dari sini kamu tinggal naik ojek dengan biaya Rp50.000 ke area Danau Kelimutu. Setelah sampai, kamu bisa mulai mendaki ke puncak gunung. Namun ada baiknya kamu bermalam di Desa Moni. Pasalnya pemandangan terbaik Danau Kelimutu hanya bisa didapatkan ketika matahari terbit.

Harga penginapan di Desa Moni sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 permalam. Tergantung dari fasilitas yang didapatkan. Selagi kamu di sini, sempatkan juga mampir ke Taman Nasional Kelimutu untuk melihat berbagai flora dan fauna.

Selain danau tiga warna, kamu juga bisa berkunjung ke berbagai tempat menarik lain di Nusa Tenggara Timur. Mulai dari Komodo, hingga perburuan paus. Untuk lebih detailnya, kamu bisa menonton video dari Indonesia Travel berikut ini. Tertarik berkunjung kemari?


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar travel dan ragam atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Hug Cirici

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »