Ternyata Berat Awan Sama dengan Seratus Ekor Gajah

berat awan sama dengan seratus gajah

raSains.com - Cobalah kamu tanyakan kepada orang di sekitarmu, “berapa berat awan?” Kebanyakan akan menjawab, “tentu sangat ringan, buktinya awan terus mengambang di langit.

Apakah kenyataannya demikian? Ternyata tidak. Faktanya awan itu sangat berat. Bobotnya bahkan bisa mencapai ratusan ribu kilogram atau sepadan dengan seratus ekor gajah. Jika begitu, kenapa awan bisa mengambang di langit?

Penyebab awan bisa mengambang di langit

Untuk mengetahui kenapa awan menggantung di langit, kamu harus mengetahui apa itu awan, dan berasal dari apakah awan itu?

Awan berasal dari uap air yang terkandung di dalam udara. Uap ini akan berubah menjadi titik-titik air ketika mencapai lapisan atmosfer dengan suhu yang lebih rendah. Saat miliaran atau triliunan titik air berkumpul di satu titik, terbentuklah awan.

Lalu kenapa bisa mengambang di langit? Sederhana saja, karena uap yang ada di awan terpecah menjadi triliunan titik air. Saking kecilnya, untuk bisa jadi satu tetes air saja dibutuhkan jutaan titik air.

Ditambah lagi tingkat kepadatan udara jauh lebih tinggi dibanding awan. Ini membuat udara panas mampu mengangkat titik air ke langit, dan mempertahankannya tetap di sana.

Namun tentu tidak selamanya. Ketika kepadatan awan semakin meningkat, titik-titik air ini akan berubah menjadi hujan dan jatuh ke bumi. Jika udaranya sangat dingin, air yang jatuh akan berubah menjadi es. Lalu bagaimana cara mengukur berat awan?

Begini cara menghitung berat awan

berat awan sama dengan seratus ekor gajah
Credit: Harri Webb

Kamu pasti penasaran mengenai metode menghitung berat awan. Apakah kamu harus pergi ke langit, dan mengambil sampel awan lalu menimbangnya? Ternyata caranya bukan seperti itu.

Peggy LeMone, peneliti dari National Center for Atmospheric Research, mengungkapkan bagaimana cara menghitung bobot awan. Caranya dengan mengukur kepadatan air yang terkandung dalam awan. Masih ingat kan, jika awan terdiri dari triliunan titik air?

Dari sekian banyak jenis awan, LeMone memilih untuk mengukur berat awan kumulus. Awan ini memiliki bentuk bergulung-gulung mirip kembang kol, dan biasanya berwarna putih. Menurut LeMone, kepadatan air dalam awan kumulus berbobot 0,5 gram per kubiknya.

Langkah selanjutnya tinggal menghitung volume awan yang akan diukur. Caranya dengan melihat ukuran bayangan awan di atas permukaan bumi. Biasanya awan kumulus memiliki panjang, lebar, dan tinggi yang sama. Misalnya, jika panjang bayangan awannya mencapai 1 kilometer (1.000 meter) , maka lebar dan tingginya juga 1 kilometer.

Rumus untuk menghitung volume yaitu panjang x lebar x tinggi. Maka volume awan kumulus dengan panjang satu kilometer yaitu 1.000 meter x 1.000 meter x 1.000 meter. Hasilnya adalah 1 miliar meter kubik.

Langkah terakhir tinggal membagi massa kepadatan awan dengan volume awan. Jadi berat awan kumulus yaitu 0,5 gram per meter kubik / 1 miliar meter kubik = 500 juta gram. Benar-benar berat bukan?

Jika kamu sulit membayangkan benda seberat itu, maka bayangkan seratus ekor gajah atau 2.500 keledai berkumpul di satu titik. Itulah berat awan yang sesungguhnya.

Tonton videonya di bawah ini

Kalau kamu merasa kurang puas dengan penjelasan di atas, kamu bisa menonton video persembahan dari Science Channel. Kamu akan diberi penjelasan lebih detail mengenai bagaimana menghitung berat awan oleh Mark Rober, insinyur NASA.


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar planet bumi dan alam semesta atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Z_

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »