Ternyata Nyamuk Tidak Butuh Darah untuk Bertahan Hidup

nyamuk menghisap darah untuk mendapatkan gula

raSains.com - Apa yang paling identik dengan nyamuk? Darah. Serangga yang satu ini memang dikenal suka menghisap darah lalu meninggalkan bentol di kulit sebagai jejaknya. Oleh karena itu, banyak orang yang percaya jika darah adalah makanan utama nyamuk.

Padahal kenyataanya tidaklah demikian. Nyamuk tidak butuh darah untuk bertahan hidup. Bahkan beberapa spesies nyamuk tidak pernah mengonsumsi darah. Terkejut kan? Lalu kenapa mereka suka menghisap darah?


Alasan di balik nyamuk suka menghisap darah 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kamu harus tahu perbedaan antara nyamuk betina dan jantan. Perbedaan utama di antara keduanya yaitu keberadaan probosis atau mulut penghisap. Bentuknya menyerupai belalai dan berfungsi untuk menghisap atau makan.

Pada nyamuk, bentuk probosis jantan dan betina berbeda. Dimana probosis betina lebih panjang dan pipih, sehingga cocok untuk menyedot darah. Bertolak belakang dengan jantan yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Dengan kata lain hanya nyamuk betina yang menghisap darah.

Alasan mereka melakukannya karena darah merupakan sumber protein yang berguna untuk reproduksi nyamuk. Namun ada satu genus nyamuk yang tidak pernah sekalipun menghisap darah yaitu Toxorhynchites. Lalu apa yang mereka konsumsi? Jawabannya adalah gula.

Gula sendiri merupakan makanan pokok nyamuk, baik pejantan maupun betina. Sumbernya berasal dari nektar bunga, getah, maupun gula dalam darah. Itulah sebabnya kamu bisa menemukan nyamuk di pekarangan rumah yang tidak ada mamalianya di sana. Karena makanan pokok nyamuk adalah gula, bukan darah.

Penelitian obat nyamuk yang memanfaatkan gula 

Kecenderungan nyamuk akan gula telah menarik sejumlah pihak untuk mengembangkan metode attractive toxic sugar bait (ATSB) atau membasmi nyamuk dengan memanfaatkan gula. Salah satunya dilakukan oleh John C. Beyer yang menguji seberapa jauh efektifitas dari metode ATSB. 

Ia bersama timnya menyemprot sejumlah tempat dengan gula yang dicampur dengan pestisida khusus. Hasilnya populasi nyamuk betina dan penjantan berhasil ditekan menjadi seminimal mungkin.

Penelitian lainnya dilakukan oleh U.S. Department of Agriculture (Kementerian Pertanian Amerika Serikat) pada tahun 2013 lalu. Sejauh ini, mereka berhasil menemukan lima jenis racun serangga yang dapat dicampur dengan gula, namun aman untuk binatang dan manusia.

Jika penelitian ini sukses, maka obat nyamuk dengan metode ATSB dapat segera diproduksi dan dipasarkan. Tentunya dengan harga yang lebih murah, namun efektif memberantas nyamuk.

Panduan membuat perangkap nyamuk yang efektif dengan gula 

Kamu juga bisa kok memanfaatkan kecanduan nyamuk akan gula untuk memberantas serangga ini seperti para peneliti di atas. Tentunya bukan dalam bentuk obat, melainkan perangkap. Proses pembuatannya mudah dan hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana.

Berikut ini daftar bahan yang diperlukan:
  • Satu buah botol plastik ukuran besar, bisa bekar soda ataupun air mineral.
  • Air panas secukupnya.
  • Gula secukupnya (sesuaikan dengan banyak air).
  • Ragi satu sendok makan.
  • Selotip.
  • Koran bekas.
Cara pembuatannya:
  1. Langkah pertama potong botol menjadi dua bagian dengan ukuran 1/3 bagian atas dan 2/3 bagian bawah.
  2. Kemudian balik bian atas botol (corong) dan masukan ke dalam bagian bawah.
  3. Selotip keduanya agar tidak lepas.
  4. Setelah itu, kamu bisa masukan air panas, gula dan ragi. 
  5. Langkah terakhir tutup bagian luar perangkap dengan koran bekas.
  6. Perangkap nyamuk ATS telah selesai!

Cara menggunakannya sangat sederhana. Cukup taruh di kolong tempat tidur ataupun di pojok ruangan dan nyamuk bakal masuk ke perangkap. Untuk menghindarkan perangkap dikerubuti semut, kamu bisa menaruhnya di atas piring yang terisi air.

Kamu juga bisa melihat versi video panduan membuat perangkap nyamuk dari Viral Nova di bawah ini. Bahan-bahan yang diperlukan dan proses pembuatannya kurang lebih sama.




Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar flora dan fauna, dan alam semesta atau artikel lain dari raSains.

Sumber gambar sampul: Tom

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
15 April 2017 00.10 delete

Wah info yg pnting gan..trima kasih udh nulis ini..jdi nmbh ilmu deh + bisa buat prangkp nymuk sndri..hihi

Reply
avatar