Kniterate: Printer 3D Masa Depan yang Bisa Membuat Pakaian

Kniterate, printer 3d masa depan yang bisa membuat pakaian

raSains.com - Kamu tentu sudah tidak asing dengan mesin pencetak (printer) 3D. Teknologi ini memungkinkan siapapun untuk membuat obyek tiga dimensi berdasarkan desain digital. Bahan yang digunakan bisa berupa plastik maupun logam.

Meski baru populer akhir-akhir ini, ternyata printer 3D sudah ditemukan sejak tahun 1981. Orang yang pertama menemukannya yaitu Hideo Kodama dari  Institut Penelitian Industri Kotamadya Nagoya. Hampir dua dekade kemudian, printer 3D mulai populer setelah diperkenalkan untuk komersial.

Jeremy Rifkin, seorang futurolog, bahkan mengklaim printer 3D sebagai tanda dari revolusi industri yang ketiga. Klaim Rifkin barangkali memang benar. Pasalnya kini telah hadir printer 3D yang mampu merajut benang menjadi pakaian jadi.

Printer 3D revoluisoner itu bernama Kniterate 

Kniterate, printer 3d masa depan yang bisa membuat pakaian

Kniterate namanya. Printer 3D yang mampu merajut benang menjadi sweater, scraf, hingga kaus kaki. Prosesnya singkat dan mudah.

Kamu cukup mendesain pakaian yang ingin kamu buat, bisa menggunakan sketsa maupun template yang telah disediakan. Kemudian serahkan sisanya kepada Kniterate. Dalam tempo beberapa menit, pakaian kamu telah selesai dan siap dipakai!

Ide pembuatan mesin rajut digital ini berasal dari Gerard Rubio, co-founder blablabLAB dan Art Collective, yang tidak sengaja melihat para mahasiswa jurusan fashion design yang kerepotan menggunakan mesin rajut lawas.

Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. Kenapa tidak membuat printer 3D yang bisa membuat pakaian? Dari sini ia membuat proyek OpenKit, sebuah open source fabrikasi digital, di tahun 2013 dan resmi meluncur satu tahun kemudian.

Setelah itu, Gerard mulai mengumpulkan tim untuk mengembangkan Kniterate. Tim mereka kemudian terpilih oleh akselerator HAX yang bermarkas di Cina pada Mei 2016. Setelah satu tahun bekerja, prototipe Kniterate selesai.

Potensi yang dimiliki Kniterate

Sebagai mesin rajut digital pertama, Kniterate memiliki potensi membuka peluang pasar baru di bidang pakaian yang selama ini hanya dikuasai oleh pelaku industri besar saja. Proses pembuatan pakaian rajut yang tinggal klik saja bakal menarik industri rumahan di bidang rajutan.

Ditambah lagi Brother, perusahaan pembuat mesin elektronik, sudah berhenti memproduksi mesin rajut rumahan sejak tahun 90’an. Ini berarti permintaan akan Kniterate bakal melonjak setelah printer 3D masa depan ini resmi dirilis.

Kapan Kniterate resmi diluncurkan?

Kniterate, printer 3d masa depan yang bisa membuat pakaian

Untuk saat ini, Gerard bersama timnya tengah menggalang dana di Kickstarter. Kampanye yang mereka lakukan disambut hangat oleh banyak orang dan menuai sukses besar. Buktinya target sebesar $100 ribu (sekitar Rp1,3 miliar) dari kampanye ini sudah terlampaui.

Sebagai tanda terima kasih, tim Gerard bakal memberikan buah tangan kepada penyumbangnya. Mulai dari scraf, hingga mesin Kniterate.

Rencananya setelah kampanye di Kickstarter, mereka bakal melakukan optimalisasi dan sejumlah tes untuk menyempurnakan Kniterate. Barulah pada bulan April 2018, Kniterate resmi diluncurkan. Harganya diberandol sebesar $7499 (sekitar Rp80 juta) perbuah.

Video proses pembuatan baju menggunakan Kniterate

Buat yang penasaran bagaimana Kniterate merajut benang menjadi sebuah pakaian, kamu bisa menonton video dari Tested berikut ini. Kamu bakal tahu prosesnya tahap demi tahap, mulai dari desain, proses Kniterate merajut hingga menjadi pakaian jadi.



Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar teknologi atau artikel lain dari raSains.

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
23 April 2017 17.36 delete

bapass, udah d temuin tahun 1981 tpi knp ya baru populer skrng,wkwkwk. Padahal keren bgt:V

Reply
avatar
23 April 2017 21.01 delete

Weh mantabb.. tinggal deaign cetak jadi dh pakean

Reply
avatar