Uang Bisa Membeli Kebahagiaan, Jika Kamu Tahu Caranya

uang dapat membeli kebahagiaan

raSains.com - Pastinya kamu sering mendengar frase “uang itu tidak bisa membeli kebahagiaan.” Kadang bahkan ada orang yang menimpali dengan candaan “uang itu bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang” atau “bagi yang tidak butuh uang bisa mengirimkannya ke rekening saya.

Namun benarkah uang tidak bisa mendatangkan kebahagiaan bagi pemiliknya? Sebuah penelitian yang diadakan di Amerika Serikat pada tahun 2010 berhasil menemukan jawaban menarik atas pertanyaan tersebut, yaitu uang ternyata dapat membeli kebahagiaan. Dengan catatan, orang tersebut tahu apa yang dia mau.

Penasaran? Yuk simak hasil penelitian Daniel Kahneman bersama Aguns Deacon soal hubungan antara uang dengan kebahagiaan.


Dua emosi yang digunakan sebagai parameter

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal PNAS itu, mereka membagi emosi manusia menjadi dua macam. Pembagian ini hanyalah parameter untuk memudahkan penelitian yang mereka garap.

Emosi yang pertama disebut dengan well being, sebuah perasaan atas kenyamanan dan kesenangan. Well being merupakan emosi yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Perasaan ini berasal dari pengalaman sehari-hari atas kebahagiaan, kesedihan, amarah, kasih sayang, dan lain sebagainya yang menciptakan sensasi hidup itu ‘bahagia’ ataupun hidup itu ‘sengsara’.

Sedangkan yang kedua disebut life evaluation. Emosi ini berasal dari perenungan seseorang atas keseluruhan hidup yang tengah dijalaninya. Apa yang sudah mereka raih saat ini? Apakah yang mereka bahagia atas capaian tersebut?


Contoh pertanyaan yang diajukan

Mereka berdua mengambil sampel 450 ribu orang untuk penelitian ini. Jumlah ini dianggap cukup untuk menemukan jawaban atas hubungan uang dengan kebahagiaan.

Pertanyaan yang mereka ajukan yaitu seputar apa yang mereka rasakan kemarin dan bagaimana mereka memandang hidup ini. Contoh pertanyaan yang diajukan yaitu “apakah kamu merasa stres kemarin?” serta “apakah kamu banyak tersenyum dan tertawa kemarin?”

Selain itu, mereka juga meminta informasi seputar umur, gender, dan penghasilan sebagai data tambahan. Terakhir, para sampel diminta untuk mengukur perasaan mereka saat itu. Dengan skor nol berarti sangat buruk dan skor sepuluh berarti sedang berada di kondisi prima.


Hasil yang benar-benar mengejutkan

banyak uang tidak bahagia

Benar sekali. Hasilnya sangat spektakuler. Kebahagiaan well being akan bertambah seiring kenaikan gaji. Artinya setiap gaji naik, seseorang akan semakin bahagia. Namun ada sedikit catatan soal ini.

Kebahagiaan tersebut akan berhenti setelah pendapatan seseorang mencapai U$ 75 ribu (sekitar satu miliar rupiah) pertahunnya. Dengan kata lain, orang yang memiliki pendapatan dua miliar rupiah pertahun tidak lebih bahagia dibanding orang yang bergaji satu juta. Mengherankan bukan?

Lalu bagaimana hal ini dipandang menurut emosi evaluation life? Ternyata orang kaya memiliki hidup yang lebih memuaskan tapi tidak bahagia, sedangkan orang miskin kurang puas dalam hidup dan tidak bahagia.

Kenapa bisa seperti itu? Sebabnya kemiskinan diasosiasikan dengan kesialan dan kesengsaraan. Penelitian ini juga memberikan catatan kecil yaitu penilaian evaluation life bergantung pada tingkat pendidikan.


Uang bisa membeli kebahagiaan

berbagi uang adalah kunci kebahagiaan

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orang kaya agar tingkat kebahagiannya meningkat? Cukup berbagi dengan orang lain. Fakta ini terkuat dari penelitian yang dilakukan oleh Profesor Michael Norton asal Harvard Bussiness School.

Penelitian ini dilangsungkan di University of Columbia British dengan melibatkan sejumlah mahasiswa. Mereka diberikan sejumlah uang dan diminta untuk menghabiskannya. Hasilnya mahasiswa yang menghabiskan uang dengan orang lain lebih bahagia dibanding mereka yang membelanjakannya untuk diri sendiri.

Menurut Norton hal ini terjadi sebab orang yang menghabiskan uang sendiri tidak merasakan perubahan apapun. Tanpa ada yang bisa didapatkan dari uang yang menyebabkan mereka kurang bahagia.


Lebih jauh mengenai hubungan uang dengan kebahagiaan

Kalau kamu punya kuota internet lebih, ada baiknya kamu menyempatkan diri untuk menonton video ASAP Science buatan Mitchell Moffit dan Gregory Brown. Video ini dibuat menarik, sehingga kamu yang kurang mengerti bahasa Inggris tetap bisa menangkap maksudnya.



Sekarang kamu tahu kan bagaimana cara hidup bahagia? Cukup berbagi alias bersedekah kepada orang lain. Kata terakhir dari kami, "jadi jangan sampai lupa bahagia ya saat kamu punya banyak uang.


Suka dengan artikel di atas? Baca juga artikel menarik seputar kesehatan, dan sains atau artikel lain dari raSains.

raSains.com hanya menyediakan konten unik berkualitas.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »